BREAKING NEWS
 

Membesuk Non-Muslim Yang Sakit

Sabtu, 31 Agustus 2024 05:51 WIB
Nasaruddin Umar
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Sebagai kepala negara atau kepala pemerintahan di Madinah dan sebagai Nabi dan Rasul, ia tidak sungkan memberi perhatian khusus kepada warganya yang non-muslim. Bukan hanya memberi jami­nan hak sosial dan politik, tetapi juga hak-hak sosial yang sangat spesifik, misalnya mengunjungi, mendoakan mereka yang sedang sakit, memperhatikan pengurusan jenazah mereka, dan membantu mereka yang didera kemiskinan dan kelaparan.

Dalam suatu hadis riwayat Anas ibn Malik menceritakan ada seorang laki-laki Yahudi sedang sakit keras, lalu Nabi diberitahukan akan keadaan itu. Nabi segera membesuk pemuda itu dan duduk di sampingnya.

Baca juga : Memaknai Kebebasan Beragama

Nabi prihatin keadaan si pemuda itu, lalu ia menawarkan seandainya pemuda itu berkenan untuk mengenal dan masuk agama Islam. Pemuda itu menatap ayahnya yang kebetulan ada di samp­ingnya. Ayahnya menyarankan agar anaknya mendengarkan seruan itu dengan mengatakan: Dengarkanlah apa yang disampaikan oleh Abul Qasim (Nabi), lalu pemuda itu mengucapkan dua kalimat syahadat. (HR. Bukhari). Nabi samasekali tidak terkesan ada paksaan kepada pemuda itu untuk memeluk agama Islam. Nabi hanya membaca pancaran simpatik pemuda ini kepada Nabi lalu Nabi merespon­nya dengan mengandai-andai. Ternyata pengandaian Nabi ditanggapi positif oleh ayah pemuda itu lalu dengan penuh keikhlasan pemuda itu menjadi muallaf.

Dalam kesempatan lain, ketika paman Nabi meninggal, yaitu Abu Thalib, yang sampai akhir hayatnya belum mengu­capkan syahadat, Nabi memerintahkan putranya, yaitu Ali ibn Abi Thalib, un­tuk mengurus jenazah ayahnya sampai pada penguburannya dengan baik. Nabi juga sering mengenang kakeknya Abdul Muthalib, yang pernah dengan setia memeliharanya semasa kecil, tidak sempat mengucapkan kalimat tauhid karena me­mang pada waktu wafatnya wahyu belum turun dan ia belum dilantik menjadi Nabi. Bahkan Nabi sering mendoakan kakeknya agar ia diterima baik di sisi Allah SWT.

Adsense

Baca juga : Hidup Ini Adalah Seni, Juga Pelajaran

Pengalaman Nabi tersebut di atas men­jadi pelajaran bagi kita bahwa menjeguk orang sakit dan mengurus mayat yang non muslim merupakan sebuah keniscayaan. Dalam kitab-kitab Fikih, beberapa riwayat yang menyatakan bahwa manakala ada mayat hanyut di sungai tidak ada yang mendamparkannya, maka berdosa massal seluruh penghuni desa yang dilaluinya, karena mengurus jenazah apapun agama dan kepercayaanya wajib hukumnya, karena mayat itu hak Allah SWT.

Sikap Nabi tersebut sangat sejalan dengan pen­egasan salahsatu ayat dalam Al-Qur’an: Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam. (Q.S. Al-Isra’/17:70).
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense