BREAKING NEWS
 

5 Aspek Kesehatan Jakarta Sehubungan Debat Gubernur 27 Oktober 2024 Malam Ini

Minggu, 27 Oktober 2024 08:13 WIB
Prof. Tjandra Yoga
Pemerhati Kesehatan

RM.id  Rakyat Merdeka - Pertama perlu ditekankan Jakarta sebagai  kota sehat, atau healthy cities, dan bagaimana langkah-langkah yang harus diperhatikan dalam perwujudan kota sehat.

Dalam hal ini perlu disadari bahwa suatu kota (termasuk Jakarta) adalah meta-system dan kesehatan warga kotanya dipengaruhi oleh interaksi multipel (multiple interactions) dan uman balik multidireksional (multidirectional feedback).

Tegasnya, memperbaiki dan menjaga kesehatandi kota memerlukan berbagai aksi (multiple actions) oleh berbagai aktor (multiple actors) di berbagai tingkatan (every level).

Untuk itu, amat pentingnya advokasi pada pemangku kebijakan untuk melakukan pendekatan agar perencanaan pembangunan kota (urban development planning) dilakukan dengan memperhatikan aspek kesehatan dan kesejahteraan berkesinambungan (sustainable health and well-being). Kegiatan ini tentu memerlukan partisipasi aktif masyarakat kota dan pendekatan seluruh kelompok sosial masyarakat.

Prof Tjandra Yoga Aditama

Baca juga : AIDP, Spesialisasi Dan Larangan Merokok "Two in One"

Kedua, saya usul dua hal tentang rumah sakit di Jakarta. Kesatu tentang konsep rumah sakit tanpa dinding (“hospital without wall”) di Jakarta, dimana RS tidak hanya melayani kesehatan pasien yang datang tetapi juga turut berperan dalam kesehatan wilayah disekitarnya dengan berbagai cara yang mungkin.

Usul Kedua adalah adanya "wing sehat" di rumah sakit di Jakarta, sehingga orang sehat dapat berkonsultasi di RS agar tetap sehat.

Adsense

Ketiga, kesehatan lingkungan tentu juga punya andil besar. Kita beberapa waktu yang lalu disibukkan dengan polusi udara di Jakarta, juga ternyata masih ada warga kota ini yang masih belum memiliki jamban memadai, dan saya mengingatkan lagi untuk kita semua menganalisa dan mencegah kemungkinan gangguan kesehatan berupa Sindroma Gedung Sakit (sick building syndrome) pada penghuni dan pekerja gedung-gedung tinggi di Jakarta.

Keempat, setidaknya ada tiga hal yang perlu dilakukan pemerintah Jakarta untuk mengatasi polusi udara. Pertama, pemerintah harus berupaya maksimal agar polusi udara dapat dikendalikan, agar warga dapat menghirup udara bersih dalam kehidupannya sehari-hari.

Baca juga : AIDP Di Kamboja

Kedua, memberi informasi tentang kadar polusi udara secara rinci dan berkala kepada masyarakat secara lebih luas dan mudah dipahami.

Ketiga, kalau ada warga negara yang mengalami gangguan kesehatan, atau kelompok berisiko yang rentan terkena gangguan akibat polusi udara, maka pemerintah berkewajiban agar semua warga negara punya akses pada pelayanan kesehatan yang dibutuhkannya tanpa harus membebani ekonominya, inilah yang disebut konsep "Universal Health Coverage - UHC".

Hal kelima, tentang kesehatan di mega city atau kota metropolitan yang penduduknya lebih dari 10an juta maka jelas perlu dua motto penting bagi Jakarta.

Kesatu, kesehatan harus menjadi aset terpenting sebuah kota (“health should be every city’s greatest aset”), dan kedua mega city yang ideal adalah kota metropoliutan yang menjadi episenter terwujuddnya kesehatan, keselamatan dan kesejahteraan yang baik (“the ideal megacity is an epicenter for good health, safety, and wellbeing”).

Baca juga : Semoga Program Makan Siang Gratis Berjalan Sukses Demi Derajat Kesehatan Anak Bangsa

Semoga Jakarta akan terus berkembang menjadi kota tercinta dan kebanggaan serta tonggak kesejahteraan warga kota.

Prof Tjandra Yoga Aditama
Warga Kecamatan Cilandak yang sedang di Phnom Penh untuk kegiatan Airborne Infection Defence Platform (AIDP).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense