BREAKING NEWS
 

Road-Map Menuju Langit (17)

Tahap Kedua: Dari Tuhan Menuju Tuhan Bersama Tuhan (Min al-Haq ila al-Haq bi al-Haq) (2)

Senin, 28 Oktober 2024 05:42 WIB
Nasaruddin Umar
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Para salik di maqam ini ti­dak menganggap partikularitas (juz’iyyat) ini langsung sebagai Tuhan. Ia tidak secara menganggap gajah, masjid, gunung, pohon, laut, atau benda-benda lainnya langsung sebagai Tuhan. Keberadaan makhluk (al-khalq) bukanlah Allah SWT atau identik dengan-Nya, tetapi keberadaan tajalli-Nya.

Ibaratnya, seorang yang berdi­ri di depan cermin; wajah atau obyek di depan cermin pasti sama gambarannya di dalam cermin. Wujud di depan cermin itulah wujud hakiki/mutlak, dan wujud di dalam cermin tidak lain hanyalah tajjali-Nya atau biasa disebut wujud nisbi/id­hafi/relatif. Jika di depan obyek dipasang 1.000 cermin, di sana pasti terlihat 1.000 wajah tanpa mereduksi keaslian wajah asli di depan cermin.

Baca juga : Tahap Kedua: Dari Tuhan Menuju Tuhan Bersama Tuhan (Min al-Haq ila al-Haq bi al-Haq) (1)

Para salik dalam safar tsani ini tidak lagi melihat partikularitas (juz’iyyat), tapi sudah mampu menyaksikan universalitas (kul­liyyat). Sesuatu yang bersifat par­tikularitas sesungguhnya adalah bagian dari totalitas universalitas.

Dengan demikian, tidak mungkin kita bicara tentang juz’iyyat tanpa berbicara tentang kulliyat. Contohnya, keberadaan  “kitab kuning”. Tidak mungkin kita mengenal “kitab kuning” tanpa mengenal kitab.

Baca juga : Meningkat Dari Istigfar Ke Taubat

Kitab adalah sesuatu yang muthlaq dan kuning adalah sesuatu yang muqayyad atau spesies dari yang muthlaq. Yang kulliyat biasa disebut dengan wujud muhtlak/absolut dan yang juz’iyyat biasa disebut dengan wujud relatif atau nisbi.

Adsense

Orang awam seringkali ter­lena dengan obyek yang bersifat juz’iyyat/muqayyad atau wujud relatif dan mereka jarang me­nyadari keberadaan obyek kulliyyat/muthlaq atau wujud absolut.

Baca juga : Memulai Sesuatu Dengan Niat Yang Luhur

Para salik di maqam ini betul-betul sudah sampai ke tingkat kesadaran hakiki tanpa sedikitpun keraguan. Ia sudah mampu menyaksikan segala sesuatu secara kulliyat, tidak lagi juz’iyyat. Baginya sudah tidak ada lagi hijab dan sudah mampu menyaksikan Tuhan (al-Haq) secara transparan, seperti yang digambarkan Ibn ‘Athaillah:
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense