Dark/Light Mode
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Qana’ah ialah sebuah kepribadian yang ideal dilukiskan dalam Al-Qur’an. Qana’ah ialah sebuah kepribadian yang merasa cukup apa yang sudah dimilikinya. Qana’ah bisa menjanjikan ketenangan dan kebahagiaan.
Ada seorang yang kehausan lantas diberi air dengan setengah gelas. Orang itu merasa terhina karena air itu tidak sanggup membasahi tenggerokannya. Air setengah gelas itu habis diminum tetapi betul-betul tidak menyembuhkan dahaganya sedikitpun.
Baca juga : Berkepribadian Tawadhu
Seorang lagi datang dengan kehausan yang sama dan menyaksikan air setengah gelas. Ia bersyukur, Alhamdulillah walau hanya setengah gelas tetapi lumayan bisa membasahi kerongkongan.
Alhasil orang ini merasa dahaganya terobati walau hanya setengah gelas karena berangkat dari persepsi positif, sedangkan orang yang pertama samasekali tidak terobati dahaganya karena berangkat dari persepsi negatif. Orang yang pertama contoh orang yang tidak Qana’ah dan orang yang kedua contoh orang Qana’ah.
Baca juga : Tahap Pertama: Dari al-Khalq Menuju al-Haq (5)
Secara literal, Qana’ah berarti rela menerima jatah pembagian. Qana`ah adalah merasa tenang dalam menghadapi hilangnya sesuatu yang biasa ada, merasa cukup dengan yang sedikit, dan bersyukur dengan apa adanya. Ada juga yang mengatakan, yaitu merasa kaya dengan yang ada dan meninggalkan apa yang bisa menyebabkan kehilangan.
Nabi SAW. bersabda: “Qana’ah merupakan perbendaharaan yang tak pernah akan habis.” Dalam hadis lainnya, beliau bersabda: “Ridhailah apa yang diberikan Allah kepadamu, niscaya kamu akan menjadi manusia yang paling kaya.”
Baca juga : Tahap Pertama: Dari al-Khalq Menuju al-Haq (4)
Dalam Kitab Zabur, disebutkan, bahwa orang yang Qana’ah adalah orang yang kaya walaupun ia dalam keadaan kelaparan. Sebagian ahli hikmah berkata: “Barangsiapa yang tebal Qana’ahnya, maka setiap bulu yang ada di tubuhnya akan merasakan kebahagiaan.
Ada qaul yang mangatakan bahwa Allah SWT meletakkan kemuliaan di dalam lima hal, yaitu: Kemuliaan dalam ketaatan, kehinaan dalam kemaksiatan, kekhusyu’an dalam salat malam, kebijaksanaan dalam perut yang kosong, dan kekayaan dalam Qana’ah. Orang yang Qana’ah merasa tenang dari kesibukan dan berjaya atas segala sesuatu. Dikatakan juga, barangsiapa yang mengarahkan pandangannya kepada apa yang ada pada orang lain, ia akan memperpanjang kesedihannya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.