BREAKING NEWS
 

Hari Kemerdekaan, Hari Republik & 5 Aspek Kesehatan India

Selasa, 28 Januari 2025 07:57 WIB
Prof. Tjandra Yoga
Pemerhati Kesehatan

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto baru saja melakukan kunjungan kenegaraan di India, dalam ­rangka peringatan Hari Re­publik (Republic Day) ­India, pada 26 Januari 2025. ­India memang punya dua pe­ringatan sekali­gus, yaitu Hari ­Kemerdekaan (Independence Day) pada 15 Agustus dan juga Hari Republik (Republic Day) pada 26 Januari. Ini dua hal berbeda. 

India memperingati kemer­dekaan dari Inggris pada 15 Agustus 1947, hari ketika Parlemen Inggris mengeluarkan Undang-Undang Kemerdekaan India 1947 yang mentransfer kedaulatan legislatif kepada Majelis Konstituen India. 

Nah, sekarang setiap tahunnya, 15 Agustus diperingati besar-besaran di India. Ada ­upacara pengibaran bendera, parade, dan acara budaya. 

Setiap 15 Agustus, bendera nasional India dikibarkan di Red Fort di New Delhi, tidak terlalu jauh lokasinya dari Old Delhi, dan biasanya dilakukan pidato kenegaraan dari atas Red Fort ini. Karena 15 Agustus adalah musim panas, udara amat cerah dan seringkali panas sekali, bahkan dapat sampai lebih dari 40 Celsius.

Red Fort juga merupakan salah satu objek wisata terkenal di Delhi. Ketika tinggal di New Delhi sebagai Direktur Penyakit Menular World Health Organization (WHO) Asia Tenggara, saya selalu membawa tamu-tamu melihat benteng yang indah dan megah ini.

Baca juga : Amerika Serikat dan WHO

Sementara itu, Hari Re­publik  yang diperingati sekarang ini adalah untuk memperingati disahkannya konstitusi India pada 26 Januari 1950. Jadi, walaupun sudah dinyatakan merdeka dari Inggris pada 15 Agustus 1947, ada berbagai proses yang dijalani.     

Pada 29 Agustus 1947 di­bentuklah Komite Perancang Konstitusi. Sesudah diskusi dan perdebatan panjang, Konstitusi India akhirnya disahkan pada 26 November 1949 dan mulai berlaku pada 26 Januari 1950. 

Menurut informasi, tanggal 26 Januari dipilih dengan maksud simbolis untuk menghormati deklarasi “Purna Swaraj” (kemerdekaan penuh) oleh Kongres Nasional India pada 26 Januari 1930.

Adsense

Berbeda dengan Peringatan Kemerdekaan, peringatan Hari Republik biasanya dimeriahkan dengan parade militer, bermula dari Bukit Raisina dekat Istana Kepresidenan (Rashtrapati Bhavan) sepanjang jalanan yang lebar (Rajpath), melewati “Gateway of India” dan terus menuju Red Fort juga. 

Nah, di sekitar taman lapangan besar di “Gateway of India” ini dipasang panggung untuk para undangan dapat melihat parade pasukan yang spektakuler ini. Bedanya, kalau Hari Kemerdekaan terjadi di musim panas, maka Hari Republik di Januari berlangsung di musim dingin New Delhi, dengan suhu di bawah 10 C.

Baca juga : Raker PDPI 2025, Upaya Wujudkan Kesehatan Paru Indonesia

Kompleks “Gateway of ­India” terdiri dari gerbang besar dan taman di sekitarnya, yang ­lokasinya tidak terlalu jauh dari rumah saya ketika tinggal di New Delhi 2015 sampai 2020 yang lalu. Teman-teman yang datang berkunjung selalu saya bawa juga ke area ini.

Semoga persahabatan India dan Indonesia dapat terus terbina baik. Saya sudah cukup banyak menuliskan berbagai aspek ke­sehatan yang dapat kita pelajari dari India ini. 

Setidaknya ada lima hal yang perlu kita cermati. Pertama, tentang murahnya harga obat dan alat kesehatan di India. Ke­dua, tentang upaya program ­pengendalian tuberkulosis yang amat masif di negara itu. Ketiga, tentang jaminan kesehatan ­untuk lebih dari 1 miliar penduduk India. 

Keempat, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan India yang juga sudah dikenal luas. Kelima, tentang pakar kesehatan dan kedokteran India yang sudah mendunia pula. 

Hal keempat dan kelima ini antara lain terwujudkan dengan kemampuan India memproduksi berbagai jenis obat, alat diagnosis dan vaksin yang diekspor ke berbagai negara dan merupakan salah satu sumber utama obat dan vaksin dunia. 

Baca juga : Mungkinkah PMK pada Manusia

Semoga kelima hal ini dapat ditindaklanjuti dari kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo kali ini.

Prof Tjandra Yoga Aditama
- Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI/Guru Besar FKUI
- Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara
- Mantan Dirjen Pengendalian Penyakit serta Kepala Balitbangkes
- Penerima Rakyat Merdeka Award 2022 bidang Edukasi dan Literasi Kesehatan Masyarakat
- Penerima Rekor MURI April 2024 penulis artikel Covid-19 terbanyak di media massa

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense