BREAKING NEWS
 

Rapuhnya Pertahanan Ekonomi Wirata

Rabu, 9 April 2025 07:27 WIB
DR Ki Rohmad Hadiwijoyo
Dalang Wayang Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Kebijakan tarif Presiden Trump menentang tatanan ekonomi global. Hal ini menunjukkan bahwa perdagangan dapat digunakan sebagai alat kekuasaan dan politik suatu negara. Di sisi lain, kebijakan tersebut justru mengingatkan kita semua bahwa keter­gantungan dagang dengan negara lain tidak baik dan sangat berisiko. 

“Saatnya kita mandiri di atas kaki sendiri Mo,” celetuk Petruk sok tahu. Romo Semar mesem tidak mau berkomentar banyak tentang kebijakan tarif negara adidaya tersebut. Romo Semar sedang galau dengan keadaan ekonomi pasca Lebaran. Gelombang PHK masih terus berlangsung. Daya beli masyarakat tergerus. Banyak masyarakat membatalkan niat mudik karena tidak ada biaya untuk mudik. 

Seperti biasa, Romo Semar mengawali paginya dengan secangkir kopi pahit. Penganan dodol kiriman dari kampung terasa legit walau tidak senikmat dodol buatan Nyi Kanestren. Kepulan rokok klobot membawa ingatannya ke zaman Mahabarta. Di mana, Kerajaan Wirata hampir saja tumbang kalau tidak ada kekuatan Pandawa.

Baca juga : Penolakan Kitab UU Jitabsara

Kocap kacarito, keadaan ekonomi Wirata morat-marit. Ibarat larang pangan dan larang sandang. Kepemimpinan Prabu Matswapati tidak sekuat yang diperkirakan sebelumnya. Keadaan semakin memburuk dengan ikut campurnya Patih Kencaka Rupa dalam sistem Pemerintahan Wirata. 

Adsense

Kepemimpinan Wirata ibarat ada dua matahari kembar. Yaitu kepemimpinan ­Prabu Matswapati dan Kencaka ­Rupa. Patih Kencaka Rupa ikut menentukan arah kebijakan kerajaan. Perilaku manipulasi, korupsi dan memperkaya diri sendiri merupakan hal yang lumrah di Wirata. Kejahatan terjadi di mana-mana. Kencaka Rupa memiliki pasukan yang bertugas mengacaukan tatanan ekonomi Wirata. 

Dalam operasinya, Patih Kencaka bekerja sama dengan Prabu Susarman dari Kerajaan Tri Garba. Kekayaan alam Wirata dijual dengan imbal balik dagang tidak semestinya. Sumber kekayaan Wirata diobral murah ke Tri Garba, sebagian lagi ditukar dengan persenjataan. Patih Kencaka memerlukan senjata untuk melawan Prabu Matswapati. 

Baca juga : Menguji Kesaktian Danantara Dan Danapati

Niat jahat Patih Kencaka menjatuhkan pemerintahan Matswapati tercium oleh Pandawa yang sedang menyamar di Wirata. Puntadewa menyamar dengan nama samaran Dwijakangka. Bima berganti nama Bilawa sebagai tukang jagal di pasar gede ­Wirata. ­Arjuna menyamar sebagai ­guru tari dengan nama Wrahatnala. Sedangkan Nakula dan Sadewa menyamar sebagai tukang pekatik kuda dengan nama Grantika dan Tantipala. 

Dwijakangka merasa terpanggil untuk menyelamatkan Wirata. Karena kalau Wirata tidak diselamatkan dari rongrongan patih Kencaka Rupa. Maka panyamaran Pandawa selama setahun bakal ketahuan Kurawa. Selain itu Pandawa merasa berutang budi kepada Prabu Matswapati. Tugas utama Pandawa adalah melenyapkan patih Kencaka Rupa dan kroninya. Sedangkan tugas selanjutnya mengembalikan perekonomian Wirata.

“Keserakahan Kencaka ­Rupa dapat dikalahkan Pandawa, Mo,” sela Petruk membuyarkan lamunan Romo Semar. “Betul, Tole. Orang yang berniat tidak baik pasti ketahuan. Rusaknya Wirata karena perilaku dari dalam sendiri,” jawab Romo Semar pendek. “Seperti halnya ­perang tarif yang terjadi saat ini. Harus dijadikan wake up call untuk menggali potensi yang kita miliki. Dan momentum untuk mereformasi tata kelola perdagangan kita,” papar Romo Semar sambil ngeloyor pergi. Oye

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense