Dark/Light Mode

Memboyong Kembali Dewi Sri

Senin, 20 Januari 2025 07:58 WIB
DR Ki Rohmad Hadiwijoyo
DR Ki Rohmad Hadiwijoyo
Dalang Wayang Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Secara umum pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan lancar. Kalaupun ada kendala di beberapa daerah merupakan hal yang wajar dan perlu perbaikan. Tujuan utama dari makan bergizi terhadap anak-anak dan kelompok rentan untuk mempersiapkan generasi unggul Indonesia Emas. Diharapkan dengan program makan bergizi gratis dapat menggerakkan UMKM dan para petani sebagai penyedia bahan pokok makanan.

“Pemerintah sedang fokus perbaikan gizi anak. Yang lain sibuk memagar laut, Mo,” celetuk Petruk cengengesan. Romo Semar kurang semangat ikut nimbrung menanggapi berita viral munculnya pagar laut. Pagar misterius bak turun dari langit. Tidak ada yang mengaku siapa yang memagar laut sepanjang 30 km tersebut. Semua pihak memilih cuci tangan dan buang badan.

Seperti biasa, Romo Semar mengawali pagi hari dengan sruputan kopi pahit. Penganan ubi rebus dan jadah bakar tidak ketinggalan. Udara pagi yang cerah menambah suasana hidup di Padepokan Klampis Ireng. Kepulan asap rokok klobot membawa memori Romo Semar ke zaman Maha­barata. Di mana, Pandawa gagal ­mempertahankan ke­tahanan pangan terahadap kawula Amarta.

Baca juga : Kontroversi Coach Kumbayana

Kocap kacarito, Kerajaan Amarta dilanda pagebluk dan bencana. Keadaan larang pangan, sandang, dan papan karena dipicu oleh perginya Dewi Sri. Sebagai Dewi kemakmuran, Dewi Sri gerah melihat perilaku menyimpang Pandawa. Kerajaan yang dulu gemah ripah loh jinawe sekarang mengalami krisis berkepanjangan.

Puntadewa sebagai te­tungguling kerajaan Amarta waswas melihat keadaan yang melanda rakyatnya. Puntadewa minta saran kepada Prabu Kresna untuk mencari solusi bagaimana memulihkan keadaan. Langkah pertama yang harus diambil adalah mencari keberadaan Dewi Sri. Prabu Kresna menugaskan anak-anak Pandawa untuk membawa kembali Dewi Sri Ke Amarta.

Gatotkaca dan Abimanyu naik ke Khayangan minta petunjuk kepada Dewa Indra tentang keberadaan Dewi Sri. Dalam perjalalanan pulang dari Khayangan, Gatotkaca dan Abimanyu bertemu Praba Kusuma. Praba Kusuma adalah anak Arjuna dari perkawinannya dengan Dewi Supraba.

Baca juga : Nominasi Rajamala Perusak Wirata

Ketiga anak-anak Pandawa berbagi tugas. Praba Kusuma diberi tugas membawa pulang Dewi Sri. Sedangkan Gatotkaca mengawal Praba Kusuma dari udara. Abimanyu berjaga di perbatasan Amarta. Hal ini untuk mengantisipasi serangan musuh. Karena kerajaan dalam keadaan karut-marut.

Dewi Sri memilih bersemayam di Kerajaan Jong Biraji karena rakyatnya nrimo ing pandum dan bersahaja. Kerajaan besar dipimpin raja raksasa Prabu Nila Tatsaka berlaku bijak dan adil terhadap kawulo. Semenjak Dewi Sri tinggal di Jong Biraji, kerajaan tersebut terkenal subur. Sehingga rakyatnya makmur dan bersukacita.

Praba Kusuma minta Dewi Sri bersedia diboyong ke ­Amarta. Awalnya Dewi Sri menolak kembali Ke Amarta. Namun akhirnya Dewi Sri mau kembali ke Amarta, asal para punggawa dan pemimpin ­Amarta mengubah perilakunya.Perilaku menyimpang selama ini, sebagai sumber petaka kerajaan Amarta.

Baca juga : SIM Keliling Jakarta 7 Agustus, Cek Di Sini Lokasinya

“Ketahanan pangan jadi isu strategis, Mo,” sela Petruk membuyarkan lamunan Romo Semar. “Betul, Tole. Dewi Sri adalah lambang ketahanan pangan dan kemakmuran. Maka keberadaannya harus dijaga,” jawab Romo Semar pendek. “Dewi Sri juga dikenal sebagai penjaga lingkungan. Ketahanan pangan suatu negara dapat terwujud jika kita mampu menjaga ke­seimbangan lingkungan,” papar Romo Semar sambil ngeloyor pergi. Oye

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.