BREAKING NEWS
 

Lulusan Pascasarjana Meningkat Tujuh Kali Lipat, Serta Pentingnya Ekonomi Dan AI

Senin, 28 April 2025 08:41 WIB
Prof. Tjandra Yoga
Pemerhati Kesehatan

RM.id  Rakyat Merdeka - Pada 26 April 2025, Universitas YARSI kembali melaksanakan wisuda Sarjana dan Pascasarjana untuk semester ganjil tahun akademik 2024/2025. Sebanyak 416 wisudawan diwisuda hari ini, terdiri atas 337 Sarjana dan 79 Pascasarjana. 

Jumlah lulusan Pascasarjana ini meningkat lebih dari tujuh kali lipat dibandingkan tahun 2021, saat saya mulai bergabung, yang ketika itu hanya meluluskan 11 orang. Tentu saja, meningkatnya jumlah mahasiswa dan lulusan ini mendorong Sekolah Pascasarjana (SPS) untuk terus meningkatkan kinerjanya, apalagi dalam beberapa bulan terakhir SPS baru saja menyelesaikan tujuh akreditasi berturut-turut, baik nasional maupun internasional.

Dari 79 lulusan Pascasarjana kali ini, 20 orang berasal dari program Magister Manajemen, 27 dari Magister Kenotariatan, 6 dari Magister Biomedik, dan 26 dari Magister Administrasi Rumah Sakit. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, diharapkan akan ada pula lulusan dari Program Studi Doktor Biomedik Universitas YARSI. Program studi di SPS juga akan diperluas dengan rencana pendirian Magister Hukum Kesehatan dan Magister Akuntansi.

Baca juga : Pendapatan Bank Aladin Tumbuh 2 Kali Lipat Capai Rp 613 Miliar

Orasi ilmiah pada wisuda kali ini disampaikan oleh Prof. Stella Christie, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Adsense

Prof. Stella menyampaikan tugas utama dalam membangun ekosistem sains dan teknologi di negara kita. Beliau kemudian membahas dua hal yang sering menjadi perhatian komunitas Perguruan Tinggi (PT), yaitu ekonomi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence).

Terkait ekonomi, Prof. Stella membahas kaitan antara lapangan pekerjaan dengan ketersediaan serta kemampuan lulusan PT, dengan menekankan bahwa yang utama adalah “manusia” itu sendiri. Disebutkan ada dua aspek penting dalam pembentukan sumber daya manusia (SDM), yaitu research mindset dan specialized and adaptable workforce.

Baca juga : Bersama PNM, Rofiah Wujudkan Semangat Kartini Penggerak Ekonomi Desa

Adapun mengenai kecerdasan buatan, ditekankan pentingnya mempersiapkan lulusan agar profesi mereka tidak tergantikan oleh AI. Pendidikan di era AI ini, menurut beliau, membutuhkan tiga hal utama. 

Pertama, literasi AI secara lengkap, termasuk pemahaman tentang sistem algoritme data, sumber datanya, serta kemampuan untuk menganalisisnya secara kritis. Kedua, kemampuan membuat keputusan dan melakukan pengecualian. Ketiga, pemahaman mendalam tentang pemikiran manusia, sehingga kita tetap dapat mempertahankan “aspek manusia” dalam setiap aspek kehidupan.

Oleh: Prof. Tjandra Yoga Aditama, Direktur Pascasarjana Universitas YARSI, Adjunct Professor, Griffith University Australi

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense