Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Antisipasi Tarif Trump, Menpar: Pariwisata Jadi Pertahanan Ekonomi Nasional
Sabtu, 5 April 2025 14:34 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengatakan, sektor pariwisata dapat menjadi alat pertahanan ekonomi nasional dalam menghadapi tekanan eksternal akibat kebijakan tarif dagang dari presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.
Menurut Menpar Widiyanti, Indonesia mampu mengoptimalkan potensi besar yang dimiliki sektor pariwisata sebagai sumber devisa utama yang bebas dari hambatan perdagangan.
Ketika ekspor barang terkena tarif tinggi, kata dia, Indonesia harus melihat sektor lain yang bisa menjadi penyeimbang.
"Pariwisata adalah bentuk ekspor jasa yang tidak terganggu oleh kebijakan tarif dagang karena dengan menarik lebih banyak wisatawan mancanegara, Indonesia dapat menjaga stabilitas Rupiah dan cadangan devisa,” ujarnya, dalam keterangan resminya, Sabtu (5/4/2025).
Ia pun mengajak para pemangku kepentingan di sektor pariwisata untuk memperhatikan tiga strategi utama dalam menghadapi dinamika perdagangan global.
Baca juga : Antisipasi Tarif Impor AS, Rachmat Gobel Sarankan Pemerintah Lakukan 8 Hal
Menpar menjelaskan dengan kekayaan alam, seni budaya, juga kreativitas masyarakat, Indonesia memiliki potensi inheren pariwisata yang sangat tinggi.
Namun, persebaran 13,9 juta wisatawan mancanegara yang hadir di Indonesia saat ini masih sangat terpusat di destinasi tertentu.
Untuk itu, pihaknya mengajak pelaku usaha pariwisata di seluruh daerah untuk bersiap dan beraksi, memanfaatkan peluang dari perubahan dinamika global untuk menggiatkan Indonesia sebagai destinasi wisata dunia.
"Kesiapan destinasi, produk wisata, usaha pariwisata, tenaga kerja, hingga promosi yang terarah perlu diupayakan secara terintegrasi.
"Didukung upaya promosi dan pengembangan yang pemerintah lakukan, kami optimistis upaya ini akan menjadi sumber devisa yang tinggi, memitigasi dinamika global dan menjadi “ekspor jasa” penyeimbang," ungkapnya.
Baca juga : INDEF: Pemerintah Harus Segera Negosiasi Perdagangan Dengan AS
Ia mengingatkan seluruh pemangku kepentingan, bahwa potensi pariwisata Indonesia yang luas tidak hanya terbatas di destinasi tertentu saja, tetapi dimulai dari desa.
Saat ini, pihaknya terus mengembangkan desa wisata dan mendorong aktivitas ekonomi berbasis pariwisata di seluruh Indonesia untuk mendistribusikan manfaat ekonomi secara merata dan mengurangi ketergantungan terhadap sektor ekspor manufaktur yang terkena dampak tarif.
Ia juga juga mengajak pelaku usaha pariwisata di semua destinasi untuk tidak semata-mata mengejar jumlah kunjungan. "Kita harus mengusahakan pengalaman wisata berkualitas yang menarik pengeluaran berwisata lebih tinggi," katanya.
Dari data historis menunjukkan, segmen wisatawan yang rela mengeluarkan biaya untuk pengalaman wisata berkualitas relatif memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap fluktuasi harga global.
Pihaknya mengidentifikasi, ruang untuk pelaku usaha pariwisata Indonesia untuk mengembangkan hal ini masih terbuka luas.
Baca juga : Harga Pangan Terkendali Jadi Faktor Perbaikan Ekonomi Usai Idul Fitri
Ia meyakini, dengan langkah-langkah ini, sektor pariwisata tidak hanya mampu menopang perekonomian nasional di tengah tekanan eksternal.
"Tetapi, juga menjadikan Indonesia sebagai destinasi unggulan di kancah global," tutupnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya