Dark/Light Mode

Soal Tarif AS, Menpar Sebut Pariwisata Jadi Pilar Pertahanan Ekonomi Indonesia

Sabtu, 5 April 2025 23:28 WIB
Menpar, Widiyanti Putri Wardhana
Menpar, Widiyanti Putri Wardhana

RM.id  Rakyat Merdeka - Sektor pariwisata dapat menjadi alat pertahanan ekonomi nasional dalam menghadapi tekanan eksternal akibat kebijakan tarif dagang dari Amerika Serikat (AS).

Hal itu dikatakan Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana merespon atas kebijakan 'Tarif Timbal Balik' yang diterapkan Presiden AS Donald Trump terhadap produk impor dari sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Menurutnya, Indonesia mampu mengoptimalkan potensi besar yang dimiliki sektor pariwisata sebagai sumber devisa utama yang bebas dari hambatan perdagangan. Ketika ekspor barang terkena tarif tinggi, kata dia, Indonesia harus melihat sektor lain yang bisa menjadi penyeimbang.

"Pariwisata adalah bentuk ekspor jasa yang tidak terganggu oleh kebijakan tarif dagang karena dengan menarik lebih banyak wisatawan mancanegara, Indonesia dapat menjaga stabilitas rupiah dan cadangan devisa,” ujar Menpar dikutip dari keterangan resminya, Sabtu (5/4/2025).

Ia pun mengajak para pemangku kepentingan di sektor pariwisata untuk memperhatikan tiga strategi utama dalam menghadapi dinamika perdagangan global. Yakni, Pariwisata sebagai Ekspor Jasa Penyeimbang.

Baca juga : Sikapi Tarif Trump, ASPAKI Minta Pemerintah Pertahankan Kebijakan TKDN

Ia menjelaskan, dengan kekayaan alam, seni budaya, juga kreativitas masyarakat, Indonesia memiliki potensi inheren pariwisata yang sangat tinggi. 

Namun, persebaran 13,9 juta wisatawan mancanegara yang  hadir di Indonesia saat ini masih sangat terpusat di destinasi tertentu.

Untuk itu, pihaknya mengajak pelaku usaha pariwisata di seluruh daerah untuk bersiap dan beraksi, memanfaatkan peluang dari perubahan dinamika global untuk menggiatkan Indonesia sebagai destinasi wisata dunia.

"Kesiapan destinasi, produk wisata, usaha pariwisata, tenaga kerja, hingga promosi yang terarah perlu diupayakan secara terintegrasi.

"Didukung upaya promosi dan pengembangan yang Pemerintah lakukan, kami optimistis upaya ini akan menjadi sumber devisa yang tinggi, memitigasi dinamika global dan menjadi ekspor jasa penyeimbang," ungkapnya.

Baca juga : Antisipasi Tarif Trump, Menpar: Pariwisata Jadi Pertahanan Ekonomi Nasional

Selanjutnya, strategi dalam optimalisasi UMKM & ekonomi lokal sebagai penyedia jasa pariwisata.

Ia mengingatkan seluruh pemangku kepentingan, bahwa potensi pariwisata Indonesia yang luas tidak hanya terbatas di destinasi tertentu saja, tetapi dimulai dari desa.

Saat ini, pihaknya terus mengembangkan desa wisata dan mendorong aktivitas ekonomi berbasis pariwisata di seluruh Indonesia untuk mendistribusikan manfaat ekonomi secara merata dan mengurangi ketergantungan terhadap sektor ekspor manufaktur yang terkena dampak tarif. Serta, strategi terkait pengembangan High-Quality Tourism. 

Ia juga juga mengajak pelaku usaha pariwisata di semua destinasi untuk tidak semata-mata mengejar jumlah kunjungan.

"Kita harus mengusahakan pengalaman wisata berkualitas yang menarik pengeluaran berwisata lebih tinggi," katanya.

Baca juga : Harga Pangan Terkendali Jadi Faktor Perbaikan Ekonomi Usai Idul Fitri

Dari data historis menunjukkan, segmen wisatawan yang rela mengeluarkan biaya untuk pengalaman wisata berkualitas relatif memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap fluktuasi harga global.

Pihaknya mengidentifikasi, ruang untuk pelaku usaha pariwisata Indonesia untuk mengembangkan hal ini masih     terbuka luas.

Bahkan, ini juga yang Kemenpar bawa dalam program unggulan Pariwisata Naik Kelas, yang berfokus pada sektor maritim,    gastronomi dan wellness.    

Ia meyakini, dengan langkah-langkah ini, sektor pariwisata tidak hanya mampu menopang perekonomian nasional di tengah tekanan eksternal.

"Tetapi, juga menjadikan Indonesia sebagai destinasi unggulan di kancah global," tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.