Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pendapatan Bank Aladin Tumbuh 2 Kali Lipat Capai Rp 613 Miliar
Sabtu, 26 April 2025 15:22 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Bank Aladin Syariah Tbk atau Bank Aladin mencatat kinerja positif sepanjang tahun 2024. Pendapatan operasional tumbuh hampir dua kali lipat menjadi Rp 613 miliar dibandingkan Rp 334 miliar di tahun sebelumnya.
Direktur Utama Bank Aladin Koko Tjatur Rachmadi mengatakan, kenaikan ini didorong oleh pertumbuhan margin, bagi hasil, serta peningkatan signifikan pada pendapatan berbasis komisi (fee-based income) yang melonjak hampir lima kali lipat menjadi Rp 154 miliar.
“Hal ini mendorong total aset Bank Aladin tumbuh 32 persen menjadi Rp 9,36 triliun, terutama ditopang oleh ekspansi pembiayaan musyarakah yang naik hampir tiga kali lipat menjadi Rp 4,1 triliun,” ujar Koko dalam keterangan resmi, Sabtu (26/4/2025).
Dana Pihak Ketiga (DPK) dalam bentuk simpanan mudharabah juga mengalami lonjakan signifikan menjadi Rp 5,4 triliun, mencerminkan peningkatan kepercayaan nasabah terhadap layanan perbankan syariah digital yang diusung Bank Aladin.
Baca juga : Mantan Hakim Ad Hoc MA Ditawari Suap Rp 1 Miliar
Menurut Koko, peningkatan pembiayaan yang tinggi sepanjang tahun juga dibarengi dengan penerapan manajemen risiko dan pengelolaan portofolio yang disiplin.
Hal ini tercermin dari tingkat pembiayaan bermasalah (Non-Performing Financing/NPF) yang berhasil dijaga tetap rendah di level 0,03 persen.
Ia mengatakan, keberhasilan ini tidak lepas dari sejumlah inisiatif strategis yang dijalankan sepanjang tahun. Di antaranya, optimalisasi ekosistem Alfamart.
Bank Aladin memperluas jaringan layanan keuangan berbasis komunitas melalui lebih dari 20 ribu gerai di seluruh Indonesia, mendorong inklusi dan penetrasi nasabah baru secara efisien.
Baca juga : MotoGP, Jack Miller Ngeluh Digaji Rp 111 Miliar
Kemudian peluncuran dan penyempurnaan fitur-fitur digital seperti Ala Deposito, Ala Impian, Ala Berbagi, Banking as Service dan integrasi layanan syariah end-to-end yang memudahkan transaksi, menabung, hingga sedekah secara rutin dan otomatis.
“Kemitraan strategis dengan berbagai institusi keuangan, fintech, dan B2B partners untuk memperluas distribusi produk, serta mempercepat pertumbuhan akuisisi pengguna dan dana pihak ketiga,” ujarnya.
Lalu, efisiensi operasional berbasis teknologi, termasuk peningkatan proses credit scoring, manajemen risiko, dan automasi proses layanan nasabah, yang berkontribusi pada penurunan biaya operasional dan kualitas aset yang lebih terjaga.
Koko menekankan, capaian ini menjadi bukti komitmen kami dalam membangun bank syariah digital yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.
Baca juga : Disepakati di RUPST, Bank BJB Tebar Dividen Rp 896,95 Miliar
“Ke depan, kami akan terus menjaga kualitas pembiayaan, memperluas jangkauan layanan, dan bermitra lebih luas,” ucapnya.
Ia mengungkapkan, tujuan Bank Aladin sangat sederhana. Menjadikan layanan keuangan syariah mudah diakses dan berdampak nyata bagi jutaan orang.
“Dengan strategi yang berfokus pada teknologi, kemitraan, dan keberlanjutan, Bank Aladin Syariah optimis dapat melanjutkan tren pertumbuhan positif di tahun 2025 dan berkontribusi lebih luas dalam mendorong inklusi keuangan syariah di Indonesia,” pungkas Koko.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya