Tausiah Politik
Sebelumnya
Panteisme menggambarkan Tuhan sebagai sesuatu yang wujud. Apapun yang berwujud, maka itu tidak bisa dipisahkan dengan Tuhan. Apa saja yang berwujud maka asal-usulnya pasti dari Tuhan dan dengan sendirinya menjadi Tuhan. Meskipun nanti segala sesuatu itu memiliki tingkatan dan kapasitas yang berbeda-beda.
Jika seorang Panteis ditanya, apa dan siapakah sesungguhnya alam semesta ini maka jawabannya simpel, yaitu Tuhan. Namun untuk sampai kepada kesimpulan segala sesuatu itu adalah Tuhan, melalui logika tertentu yang tidak bisa dituntaskan dalam artikel ini.
Baca juga : Prabowo Mulai Genjot Swasembada Energi
Dia yang tampil sebagai gunung, laut, binatang, manusia, langit, bumi, dan lain sebagainya. Dengan demikian, pandangan dan sikap kaum Panteisme terhadap alam semesta dapat dipastikan sangat respek dan hormat, karena semuanya itu adalah Tuhan termasuk kita sebagai manusia.
Panteisme tidak membahas tentang hari kiamat dan hari kebangkitan serta adanya dunia lain di balik alam nyata ini. Apapun, di manapun, kapanpun, dan dalam keadaan seperti apapun, semuanya adalah DIA. Seolah-olah alam semesta ini adalah “tumpahan” (emanation) Tuhan dalam berbagai bentuk, seperti tumbuh-tumbuhan, hewan, manusia, dan lain sebagainya.
Baca juga : Kisah Jemaah Muda Gantikan Orang Tua: Perasaan Campur Aduk, Gembira Sekaligus Sedih
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 8, edisi Minggu, 18 Mei 2025 dengan judul "Haji, Napak Tilas Drama Kosmos (3), Penciptaan Kosmos (Bagian 2) Perspektif Panteisme"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.