Tausiah Politik
Sebelumnya
Gambaran seperti ini pernah diungkapkan oleh Ali ibn Abi Thalib: “Awal agama ialah ma’rifah kepada-Nya, kesempurnaan ma’rifah ialah kepercayaan (al-tashdiq) terhadap-Nya, kesempurnaan tashdiq ialah pengesaan (tauhid) kepada diri-Nya, kesempurnaan tauhid ialah keikhlasan (al-ikhlash) kepada-Nya, dan kesempurnaan ikhlash menafikan sifat-sifat (al-shifat) yang ada pada dirinya lalu menyaksikan semua sifat yang ada adalah hanya sifat-Nya”.
Maqam al-safar al-ula ini tentu sangat tidak mudah. Seseorang perlu betul-betul melakukan perjuangan batin (mujahadah) secara disiplin dan melakukan amalan spiritual (riyadhah) secara konsisten. Para salik yang sudah masuk di dalam maqam ini sudah sampai kepada apa yang disebut Al-Kasyani maqam al-ufuq al-mubin (QS Al-Takwir/ 81:23).
Baca juga : Dari al-Khalq Menuju al-Haq (Bagian 1)
Fana’ yang ketiga bisa juga disebut dengan fana’ terhadap zat (al-fana’ al-zatiy). Salik sudah merasa tidak lagi menjumpai dirinya dan makhluk-makhluk lain. Tidak ada lagi yang disaksikan selain wajah Tuhannya. Sudah tidak ada lagi “Dia” dan “Engkau”, yang ada hanya “Aku” (A dalam huruf capital).
Sang salik betul-betul menghayati dan merasakan ayat: Walillah al-masyriq wa al-magrib fa ainama tuwallu fa tsamma wajh Allh (Dan bagi Allah-lah timur dan barat, maka ke mana pun kamu menghadap di situlah wajah Allah) (QS Al-Baqarah/ 2:115).
Baca juga : Jenjang Transformasi Spiritual Manusia (al-Maratib al-Sair)
Penglihatan salik yang sampai pada maqam ini sudah sangat tajam sehingga mampu menyaksikan hakekat segala sesuatu, sebagaimana dijelaskan dalam ayat: Laqad kunta fi gaflatin min hadza fa kasyafna ‘anka githa’ak al-yauma hadida (Dan sesungguhnya Muhammad itu melihat Jibril di ufuk yang terang) (QS Al-Takwir/ 81:23). Orang yang sudah sampai di maqam ini berarti betul-betul sudah terbebas dari hijab dhulmi dan hijab nurani, karena kesadaran akan keberadaan zat dan keakuan (inniyyah) sudah hilang. Beginilah suasana batin orang yang berada dalam al-fana’ al-dzatiy.
Orang yang sudah fana’ dalam perbuatan, sifat, dan zat maka wujudnya akan melaju (taraqqi) dari wujud materinya yang sederhana (al-madiiy al-bais) ke wujud haqqani yang abadi (al-haqqaniy al-khalid). Ketika itulah sang salik melaju dari perjalanan pertama (min al-khalq ila al-Haq) ke perjalanan kedua (min al-Haq ila al-Haq bi al-Haq). (Bersambung)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.