BREAKING NEWS
 

Roblox: Dunia Permainan atau Perangkap Anak, yang Mengintai di Balik Layar?

Sabtu, 16 Agustus 2025 13:01 WIB
Dr. Devie Rahmawati
Pengamat Sosial

RM.id  Rakyat Merdeka - Di bulan kemerdekaan ini, ketika kita merayakan semangat membangun generasi penerus yang cerdas, sehat, dan merdeka, mari kita jujur bertanya: Apakah anak-anak kita benar-benar merdeka saat mereka menjelajahi dunia digital?

Di balik warna-warna cerah dan karakter imut Roblox, ada dunia yang jauh lebih gelap dari yang kita bayangkan.

Menurut laporan The Guardian, tahukah kalau anak-anak di Australia yang bermain Roblox menghabiskan rata-rata 2 jam 17 menit setiap hari. Ini bukan cuma main sebentar, ini sudah seperti “kerja paruh waktu” di dunia maya! 

Baca juga : Ketika Anak Jadi Pelaku Kekerasan di Rumah: Salah Asuh, Salah Tonton, Salah Sistem

Dan masalahnya bukan cuma soal waktu. Penelitian terbaru dari Universitas Sydney menyebut sistem belanja di Roblox mirip seperti “perjudian anak-anak”. Anak-anak beli mata uang virtual (Robux), berharap dapat barang langka, tapi malah merasa “tertipu” dan kehilangan kendali. Beberapa anak bahkan menyebutnya sebagai “scam” dan “jebakan uang. 

Adsense

BBC baru-baru ini menyelidiki dan menemukan bahwa akun palsu yang mengaku sebagai anak bisa dengan mudah diarahkan ke konten dewasa—dan itu semua terjadi di dalam platform Roblox sendiri! 

Negara Lain Sudah Bertindak. Indonesia Harus Bagaimana?

Sementara itu, 40 persen pengguna aktif Roblox secara global adalah anak-anak di bawah 13 tahun. Artinya, ini bukan cuma “game anak-anak” tapi juga ruang interaksi yang rawan dan tak sepenuhnya bisa diawasi.

Jangan Sampai Menyesal Duluan

Baca juga : Sukseskan Kopdes Merah Putih, Kemenkop Tandatangani Pakta Integritas Anti-Korupsi

Roblox memang bisa jadi tempat anak-anak belajar coding dan berkreasi. Tapi saat dunia digital berkembang jauh lebih cepat dari kemampuan kita mengawasi, perlindungan anak harus jadi prioritas, bukan pilihan.

Orang tua, pendidik, dan pemerintah perlu bertanya ulang: Apakah kita sedang membiarkan anak-anak menjelajah dunia maya tanpa kompas?

Solusinya Bukan Sekadar Blokir

Pertama, Perlu evaluasi serius dari pemerintah dan lembaga pendidikan tentang sejauh mana game seperti Roblox mematuhi prinsip keamanan anak. Kedua, orang tua butuh panduan praktis dan kontrol digital untuk bisa benar-benar tahu apa yang dimainkan anak. Ketiga, jika terbukti gagal melindungi anak, blokir bisa menjadi bentuk tanggung jawab negara, bukan tindakan anti teknologi, tapi demi masa depan yang lebih sehat dan aman.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense