BREAKING NEWS
 

Urgensi Revitalisasi Pesantren

Sabtu, 1 November 2025 14:23 WIB
Prof. DR. Imam Subchi, MA
Wakil Rektor II UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

 Sebelumnya 
Tak ayal, sebagian besar adagium yang disampaikan pada rentang waktu para wali hadir di ruang publik memberikan satu pemahaman yang sangat penting. Seperti pesan dakwah dari Sunan Drajat yang bicara tentang jroning suka kudu eling lan waspada, yang memiliki makna tatkala senang harus tetap ingat dan waspada.

Dengan kata lain, merujuk pada kehadiran para tokoh keagamaan tersebut menunjukkan eksistensi pondok pesantren yang relatif lebih kohesi, bahkan sampai saat ini. Oleh karena itu, eksistensi tersebut bermuara terhadap nilai dan norma yang dimiliki oleh para santri yang bisa menjadi pemimpin negeri. Terlebih saat ini pondok pesantren juga melakukan transformasi yang besar, termasuk dalam memperbarui kurikulum untuk menyesuaikan dengan perkembangan peradaban.

Sebab, meminjam istilah Einstein, yang bisa beradaptasi secara baik, dia akan bertahan. Dalam konteks ini, pondok pesantren mampu bertahan di tengah pergumulan sosio-politik. Dengan demikian, hal ini mencerminkan kuatnya fondasi yang dibangun oleh pondok pesantren.

Baca juga : Persib Tetap Perkasa Meski Main 10 Pemain

Sehingga, dalam konteks ini, Menteri Agama, Prof. KH Nasaruddin Umar, berkeyakinan bahwa pesantren merupakan tonggak penting pendidikan Islam. Lewat lembaga pendidikan ini, manusia Indonesia menjadi insan terdidik dan mempunyai akhlak yang lembut, sehingga ikut membantu membentuk karakter bangsa Indonesia sebagai masyarakat Timur yang ramah dan menyenangkan bagi para pendatang baru. Lebih dari itu, pesantren menjadi kawah bagi lahirnya sejumlah pemikir dan tokoh penting bangsa, seperti Abdurrahman Wahid, Nurcholis Madjid sampai dengan Kiai Nasaruddin Umar sendiri, adalah produk pesantren.

Hal tersebut menunjukkan bahwa para santri juga bisa menjadi seorang pemimpin sekaligus intelektual yang kompeten dan memiliki integritas penuh dalam membangun tata kelola pemerintahan. Keberadaan para figur tersebut sekaligus mengalienasi para pihak yang menilai negatif keberadaan pondok pesantren dan santri.

Padahal, pondok pesantren dan kiai atau ulama sejak awal memberikan pemahaman keagamaan yang luhur terhadap para santri dan masyarakat. Akibatnya, relasi sosial ini sangat terjalin baik.

Baca juga : SPBU Pertamina Musti Perbanyak Improvisasi Pelayanan

Tercatat, terdapat madrasah dan pondok pesantren yang kini tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Jumlah madrasah sebesar 83.391 lembaga yang terkluster terhadap Lembaga pendidikan seperti raudlatul athfal (RA) sebesar 30.148 RA (36.08 persen). Madrasah ibtidaiyah (MI) sebanyak 25.840 MI (30,92 persen), madrasah tsanawiyah (MTs) sebanyak 18.380 MTs, madrasah aliyah (MA) sebanyak 9.150 MA (Kementerian Agama, 2020).

Pada saat yang sama, jumlah pondok pesantren tercatat sebanyak 42.433 pondok pesantren aktif di Indonesia (Kementerian Agama, 2025).

Salah satu hal menarik yang disampaikan oleh Menteri Agama adalah menguatnya hubungan negara dan pesantren. Formula ini seyogyanya dapat dilihat dalam serbaneka kisah masa silam. Kaum ulama mengambil peran dalam jalan panjang perlawanan terhadap kolonialisme Eropa.

Baca juga : Internasionalisasi Islam Ala Presiden Prabowo

Zainul Milal Bizawie, sejarawan santri, dalam bukunya Masterpiece Islam Nusantara: Sanad dan Jejaring ulama-santri (1830-1945), membabar kisah-kisah kiai dan santri dalam memperjuangkan sekaligus mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Kiai Mojo, sang guru spiritual dari Pangeran Diponegoro, berjasa dalam memugar semangat perang pasukan Jawa agar trengginas di medan laga. Kolaborasi keduanya disebut sebagai sinergi brahmana-ksatria yang merambat menjadi pemahaman dasar pentingnya keberadaan agama akan kerja-kerja besar peradaban, termasuk memperjuangkan negara yang merdeka.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense