BREAKING NEWS
 

Super Flu Di Tahun Baru

Jumat, 2 Januari 2026 08:17 WIB
Prof. Tjandra Yoga
Pemerhati Kesehatan

RM.id  Rakyat Merdeka - Di hari pertama tahun 2026, media massa memberitakan bahwa Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengeluarkan siaran pers yang menyebutkan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) hingga 25 Desember 2025, influenza A subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025. 

Setidaknya, hingga akhir Desember 2025, tercatat sebanyak 62 kasus influenza A subclade K telah ditemukan di delapan provinsi. Tiga provinsi dengan jumlah kasus terbanyak adalah Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Sebagian besar kasus ditemukan pada perempuan dan kelompok usia anak. Dari 843 spesimen positif influenza, sebanyak 348 sampel menjalani pemeriksaan WGS. 

Baca juga : Tonggak Pencapaian Pengendalian Penyakit Menular Dunia 2025

Seluruh varian yang terdeteksi merupakan varian yang telah dikenal dan bersirkulasi secara global, sehingga ada tujuh hal penting yang perlu diketahui di awal tahun baru ini. 

Pertama, Super Flu yang sekarang banyak dibicarakan sebenarnya adalah penyakit flu akibat virus influenza A H3N2 subclade K, yang sudah ada sejak beberapa waktu yang lalu. Nama lengkapnya adalah H3N2 subclade K (L/2/4/1).

Baca juga : Tujuh Kemajuan Imunisasi Dunia 2025

Peningkatan kasus di Jepang, Kanada, dan Amerika pada Oktober yang lalu disebabkan oleh H3N2 pula, mungkin demikian pula yang terjadi di Malaysia, Thailand, dan lain-lain. Kalau mau ditelusur ke belakang lagi, pernah ada peningkatan kasus flu dunia yang cukup besar pada tahun 1968 yang juga akibat virus influenza A H3N2, walaupun waktu itu belum subclade K.

Kedua, virus H3N2 subclade K yang disebut Super Flu sekarang ini disebut sudah mengalami tujuh kali mutasi. Dr Wenqing Zhang, pimpinan “Global Respiratory Threats Unit WHO”, sejak November 2025 yang lalu sudah menyatakan bahwa virus ini telah menyebar dengan cepat dan mendominasi di beberapa negara di belahan bumi di atas khatulistiwa.

Baca juga : Tuberkulosis Di Bencana Banjir

Ketiga, informasi terakhir per 30 Desember 2025 dari Amerika Serikat menunjukkan bahwa influenza berada dalam kategori tinggi atau sangat tinggi di 32 negara bagian negara itu. Angka 32 tersebut meningkat dari 17 negara bagian pada minggu sebelumnya. Angka perawatan pasien influenza di rumah sakit di Amerika Serikat juga meningkat menjadi 19.053 dari 9.944 pada minggu sebelumnya. Menurut CDC, di Amerika Serikat terdapat sekitar 3.100 orang meninggal akibat influenza pada musim flu kali ini. Dalam satu minggu, kematian pada anak meningkat menjadi lima, dari tiga kematian seminggu sebelumnya. Data Amerika Serikat menunjukkan bahwa sebagian besar penyebab flu memang adalah virus H3N2, dan tentu bukan tidak mungkin yang subclade K.

Adsense

Keempat, untuk masyarakat luas ada tiga hal yang perlu dilakukan. 1) Kalau ada gejala seperti flu maka sebaiknya menjaga kondisi, memakai masker supaya tidak menulari orang lain, dan bila perlu beristirahat. 2) Berkonsultasilah ke petugas kesehatan bila sakit memberat, juga laporkan bila dalam suatu lingkungan rumah, kantor, sekolah, terdapat beberapa orang dengan gejala yang sama, apalagi kalau berat dan mendadak. 3) Tentang vaksinasi flu, memang dapat saja diberikan, utamanya pada lansia atau mereka dengan komorbid yang berat.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense