Dark/Light Mode
Pemerhati Kesehatan
RM.id Rakyat Merdeka - Tentu kita menyambut baik berbagai upaya sehingga rumah sakit di daerah bencana di Sumatera sudah mulai berfungsi kembali. Informasi dari tim Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dan Ikatan Alumni FKUI (ILUNI-FK) pada 10 Desember 2025 menyebutkan bahwa RSUD Tamiang sudah mulai beroperasi, dimulai dari Instalasi Gawat Darurat.
Mengingat bencana kali ini berskala besar, dapat kita perkirakan bahwa pelayanan kesehatan di rumah sakit masih akan berlangsung cukup panjang.
Untuk memahami situasi jangka panjang, kita dapat merujuk pada artikel ilmiah dalam jurnal Nature tahun 2025 berjudul “Hospitalization risks associated with floods in a multi-country study.” Meski negara-negara yang diteliti tidak mencakup Indonesia, data ilmiah dalam artikel tersebut tetap bermanfaat sebagai bahan pertimbangan kebijakan publik. Artikel ini menganalisis data pelayanan rumah sakit pascabanjir dari 2000 hingga 2019 pada 747 kejadian di delapan negara: Australia, Brasil, Kanada, Cile, Selandia Baru, Taiwan, Thailand, dan Vietnam.
Baca juga : Antisipasi Kemungkinan KLB Penyakit Pasca Banjir Besar
Salah satu temuan penelitian adalah peningkatan jumlah pasien yang harus dilayani rumah sakit berlangsung cukup lama—hingga 210 hari setelah banjir. Ini penting untuk memperkirakan kebutuhan sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta dukungan pembiayaan yang diperlukan rumah sakit di daerah bencana. Selain itu, sistem pelayanan kesehatan perlu ditata sejak awal agar mampu menghadapi masa pemulihan yang panjang. Rumah sakit juga akan menanggung beban ganda, karena selain menangani dampak banjir, mereka tetap harus melayani penyakit-penyakit umum yang sehari-hari muncul di masyarakat.
Penelitian tersebut juga menunjukkan risiko relatif peningkatan pelayanan kesehatan di rumah sakit pascabanjir sebesar 1,26 secara umum. Jika dirinci menurut jenis penyakit, risiko meningkat pada penyakit kardiovaskular, paru dan pernapasan, infeksi, saluran cerna, gangguan mental, diabetes, cedera, kanker, gangguan sistem saraf, serta penyakit ginjal.
Angka-angka ini tentu menggambarkan situasi epidemiologis di delapan negara tersebut, namun tetap memberi gambaran awal, terlebih karena beberapa negara penelitian adalah sesama negara ASEAN yang memiliki kemiripan pola penyakit dengan Indonesia.
Baca juga : Kesehatan Paru Dan Pernapasan Pengungsi Sumatera
Penelitian itu juga menemukan enam faktor yang memengaruhi pelayanan rumah sakit pascabanjir besar. Kondisi cuaca, tingkat keparahan banjir, struktur umur korban, kepadatan penduduk, dan kondisi sosial ekonomi masyarakat setempat. Semua faktor ini perlu diperhitungkan sejak sekarang agar ketahanan pelayanan kesehatan di rumah sakit dapat terjaga selama masa pemulihan yang cukup panjang.
Di sisi lain, beredar pula informasi mengenai ketersediaan tenaga kesehatan di daerah bencana. Berdasarkan pengalaman saat terlibat langsung dalam respons Tsunami Aceh, inti persoalannya adalah manajemen SDM dan logistik kesehatan yang harus diatur secara rapi.
Tim manajemen krisis kesehatan di lapangan perlu mengoordinasikan sumber daya yang datang dari berbagai pihak. Pada waktu Tsunami Aceh, pengaturan bahkan melibatkan sumber daya dari dalam dan luar negeri. Saya masih ingat beberapa tim kesehatan negara sahabat bekerja bersama-sama di RS Zainoel Abidin Banda Aceh setelah TNI membersihkan lumpur setebal lebih dari satu meter di kawasan rumah sakit.
Baca juga : Penanganan Kesehatan Bencana Di Sumatera
Semoga pelayanan kesehatan di kawasan bencana Sumatera dapat berjalan dengan baik.
Oleh: Prof. Tjandra Yoga Aditama
- Direktur Pascasarjana Universitas YARSI/Adjunct Professor Griffith University Australia
- Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggar
- Mantan Dirjen Pengendalian Penyakit, serta Mantan Kepala Balitbangkes
- Penerima Rakyat Merdeka Award 2022 Bidang Edukasi dan Literasi Kesehatan Masyarakat
- Penerima Rekor MURI April 2024, Penerima Penghargaan Paramakarya Paramahusada 2024 – PERSI,
- Penerima Penghargaan Achmad Bakrie XXI 2025
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.