Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Masyarakat Madyan merupakan salah satu contoh masyarakat yang dikecam dalam Al-Qur’an karena menoleransi praktik korupsi berjamaah. Madyan (Ibrani: Midian) adalah sebuah kota kuno yang terletak di jazirah Arab bagian utara, berbatasan dengan Laut Merah dan wilayah Aqabah.
Nama Madyan diambil dari salah seorang putra Nabi Ibrahim yang lahir dari istrinya, Keturah. Meski pernah menjadi kota penting di bawah kekuasaan sejumlah kerajaan, wilayah ini lebih menonjol sebagai pusat perdagangan. Masyarakatnya dikenal cerdas namun cenderung licik, sebagaimana diabadikan dalam berbagai kitab suci, baik Alkitab maupun Al-Qur’an.
Penyimpangan utama masyarakat Madyan adalah budaya kecurangan yang sistemik—yang saat ini kita kenal sebagai korupsi berjamaah. Dalam praktik dagang, mereka menggunakan alat ukur yang lebih besar saat membeli barang, namun menggunakan alat ukur yang lebih kecil saat menjualnya kepada orang lain.
Baca juga : Gratifikasi Spiritual Bisa Membahayakan
Kepada masyarakat inilah Nabi Syu’aib as diutus, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an:
“Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Madyan saudara mereka, Syu’aib. Ia berkata: 'Wahai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya.
Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah kamu kurangkan bagi manusia barang-barang takaran dan timbangannya, dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman'.” (QS Al-A’raf [7]: 85).
Baca juga : Gratifikasi Spiritual
Upaya Nabi Syu’aib dalam menegakkan keadilan di negeri tersebut tentu saja disambut negatif. Gerakan moral ini dianggap merusak tradisi yang sudah membudaya di kota itu.
Hal ini terekam dalam ayat:
“Pemuka-pemuka dari kaum Syu’aib yang menyombongkan diri berkata: 'Sesungguhnya kami akan mengusir kamu, wahai Syu’aib, dan orang-orang yang beriman bersamamu dari kota kami, kecuali kamu kembali kepada agama kami.' Syu’aib menjawab: 'Apakah (kamu akan mengusir kami), kendatipun kami tidak menyukainya?'” (QS al-A’raf [7]: 88).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.