Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Sejak awal, alam semesta memiliki hak sebagaimana halnya manusia. Namun dalam perkembangannya, hak-hak alam semesta dinafikan oleh sikap antroposentrisme manusia.
Memang, pada mulanya alam semesta ditundukkan untuk melayani kepentingan manusia sebagai khalifah: “Apakah kamu tiada melihat bahwasanya Allah menundukkan bagimu apa yang ada di bumi dan bahtera yang berlayar di lautan dengan perintah-Nya?” (QS Al-Hajj/22:65).
Baca juga : Pembuktian Terbalik ala Nabi Yusuf
Penundukan (taskhir) alam semesta kepada manusia tidak berarti hak-hak alam harus dikebiri. Secara umum, Al-Qur’an dan kitab suci lainnya yang diturunkan kepada umat manusia dimaksudkan untuk melestarikan keberlangsungan kehidupan dan hak-hak alam semesta.
Alam semesta akan tunduk sepanjang manusia menjalankan fungsi kekhalifahannya dengan baik dan benar. Namun, manakala manusia melakukan eksplorasi alam yang melampaui ambang daya dukungnya, serta saling menghujat dan menyebabkan pertumpahan darah, maka tidak ada jaminan alam semesta akan tetap tunduk (QS Ar-Rum/30:41).
Baca juga : Pemberantasan Korupsi Ala Nabi Syu’aib
Ketika para pemimpin masyarakat tidak lagi memihak pada keadilan dan kemaslahatan; ketika masyarakat mengabaikan akal sehat dan hati nurani; ketika para pebisnis tidak lagi mengindahkan etika bisnis; ketika penguasa dengan leluasa melakukan KKN; ketika ulama dan ilmuwan kehilangan objektivitas; serta ketika buruh dan karyawan kehilangan rasa ketulusan, maka saat itulah alam mulai murka. Murka alam tersebut ditandai dengan bencana yang senantiasa mengintai manusia.
Wabah dan bencana sering kali diawali oleh berbagai penyimpangan perilaku masyarakat. Perilaku alam raya (makrokosmos) sering kali berbanding lurus dengan perilaku manusia (mikrokosmos). Umat Nabi Nuh yang keras kepala (QS An-Najm/53:52) ditimpa bencana banjir (QS Hud/11:40).
Baca juga : Korupsi Membutakan Mata Hati
Umat Nabi Syu’aib yang korup dalam timbangan (QS Al-A’raf/7:85; QS Hud/11:84-85) ditimpa gempa mematikan (QS Hud/11:94). Umat Nabi Shaleh yang hedonistik (QS Asy-Syu'ara/26:146-149) ditimpa keganasan virus dan gempa bumi (QS Hud/11:67-68).
Umat Nabi Luth yang dilanda penyimpangan seksual (QS Hud/11:78-79) ditimpa gempa dahsyat (QS Hud/11:82). Penguasa Yaman, Raja Abrahah, yang ambisius ingin mengambil alih Ka’bah, dihancurkan oleh burung atau virus (QS Al-Fil/105:1-5).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.