BREAKING NEWS
 

Mengenal Islam Berkeindonesiaan (1)

Apa Itu Islam Berkeindonesiaan?

Minggu, 5 Juli 2026 06:44 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Islam berkeindonesiaan ialah Islam yang bercita rasa Indonesia tanpa mereduksi ataupun menambah ajaran dasar Islam yang bersifat mutlak.

Islam berkeindonesiaan memadukan ajaran dasar Islam dengan kearifan lokal Indonesia secara harmonis.

Sebagaimana kita ketahui, Indonesia merupakan masyarakat maritim yang penduduknya tersebar di berbagai kepulauan dengan keragaman budaya lokal yang sangat kaya. Kondisi ini tentu berbeda dengan komunitas muslim di Timur Tengah yang mendiami wilayah kontinental, dengan masyarakat yang relatif lebih homogen dan memiliki struktur budaya yang khas.

Budaya Indonesia dikenal sebagai budaya maritim (maritime culture) yang cenderung egaliter, sedangkan budaya Timur Tengah lebih dikenal sebagai budaya kontinental (continental culture) yang bercirikan struktur masyarakat yang lebih berlapis.

Kedua corak masyarakat tersebut memiliki karakteristik masing-masing dalam mengekspresikan ajaran Islam.

Baca juga : Ketika Pertimbangan Agama Termarginalisasi

Meskipun Al-Qur’an dan hadis yang menjadi rujukannya sama, interpretasi dan implementasi ajaran Islam diartikulasikan sesuai dengan lingkungan budaya masyarakat setempat.

Faktor geografis, seperti iklim panas dan lingkungan padang pasir di Timur Tengah, turut memengaruhi model pakaian, gaya arsitektur, hingga pola perilaku masyarakatnya. Sebaliknya, Indonesia sebagai negara kepulauan yang beriklim tropis memiliki karakteristik tersendiri. Mayoritas muslim Indonesia menganut mazhab Syafi’i, yang sering dipandang sebagai mazhab moderat, dan karakter tersebut selaras dengan budaya Indonesia yang pluralistik.

Apa sesungguhnya yang dimaksud dengan Islam berkeindonesiaan telah banyak dijelaskan oleh berbagai kalangan melalui beragam media dan istilah. Pada hakikatnya, Islam berkeindonesiaan tidak berbeda secara substansial dengan Islam yang berkembang di negara-negara lain. Namun demikian, perlu dicermati agar moderasi beragama di Indonesia tidak melampaui batas-batas yang telah digariskan oleh Islam itu sendiri. Jika tidak, dapat muncul gejala sinkretisme, bid’ah, maupun praktik-praktik lain yang tidak sejalan dengan substansi ajaran Islam.

Adsense

Islam berkeindonesiaan lebih menunjuk pada keunikan sifat dan karakter Islam di kawasan Nusantara. Karena itu, seseorang yang mendalami Islam di Indonesia belum tentu secara otomatis memahami konsep Islam berkeindonesiaan.

Untuk memahaminya diperlukan wawasan khusus mengenai sejarah, budaya, dan karakter bangsa Indonesia.

Baca juga : Ketika Pembaruan Pemikiran Agama Mandek

Berbagai artikel penulis di harian ini telah banyak menyinggung persoalan tersebut. Namun, khususnya bagi Generasi Z, masih diperlukan pemahaman yang lebih mendalam mengenai relasi antara Islam yang bersifat universal dengan kebudayaan bangsa yang bersifat khas dan lokal.

Perlu ditegaskan bahwa meskipun Islam memiliki ajaran yang bersifat universal, hal itu tidak berarti harus mempertentangkannya dengan kebudayaan dan kearifan lokal. Islam memberikan ruang toleransi terhadap nilai-nilai yang berasal dari luar dirinya sepanjang tidak bertentangan dengan apa yang disebut sebagai “ajaran dasar Islam”. Yang dapat menerima penyesuaian adalah wilayah “ajaran nondasar Islam” (non-ushuliyyin), bukan prinsip-prinsip pokok ajaran.

Prof. Sayed Hossein Nasr, dalam The Ideal and Reality of Islam, membedakan kedua entitas tersebut. Pertama, the Islam (al-Islam), yaitu Islam dalam pengertian universal. Dalam pengertian ini, seluruh agama atau ajaran yang dibawa para nabi terdahulu dapat disebut sebagai Islam. Semua nabi beserta para pengikutnya yang setia kepada Tuhan dapat disebut sebagai muslim dalam pengertian generik.

Kedua, an Islam, yaitu Islam sebagai nama agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw. beserta sistem nilai formal yang bersumber pada Al-Qur’an dan hadis. Dalam pengertian ini, Islam merupakan agama yang memiliki ajaran, syariat, dan identitas yang khas.

Islam berkeindonesiaan lebih tepat dihubungkan dengan konsep the Islam, bukan an Islam. Namun demikian, wajah Islam yang berkeindonesiaan tetap tidak boleh menyimpang dari prinsip-prinsipan Islam ketika menampilkan nilai-nilai universal the Islam.

Baca juga : Ketika Agama Tidak Lagi Mencerahkan

Kita dapat menjadi bangsa Indonesia sepenuhnya sekaligus menjadi muslim sepenuhnya. Demikian pula, diharapkan para penganut agama lain dapat tetap menjadi pemeluk agamanya secara utuh sekaligus menjadi warga negara Indonesia yang loyal sepenuhnya.

Prinsip inilah yang diharapkan mampu merawat persatuan, memperkuat kohesi sosial, dan menjaga keberlangsungan kehidupan bangsa Indonesia secara utuh.

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Minggu, 5 Juli 2026 dengan judul "Mengenal Islam Berkeindonesiaan (1) Apa Itu Islam Berkeindonesiaan?"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense