BREAKING NEWS
 

Mengenal Islam Berkeindonesiaan (5)

Paralel Dengan Nasionalisme Indonesia

Kamis, 9 Juli 2026 06:12 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Salah satu ciri Islam Berkeindonesiaan ialah berjalan paralel dengan Nasionalisme Indonesia. Konsep dasar Nasionalisme Indonesia tercermin dalam Pembukaan UUD 1945.

Jika dicermati, terdapat lima unsur utama yang mendasari terbentuknya nasionalisme Indonesia sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD 1945, yaitu: mewujudkan dan mempertahankan kemerdekaan bangsa, mewujudkan dan mempertahankan persatuan nasional, mewujudkan serta memelihara keaslian dan keistimewaan bangsa, mewujudkan serta memelihara ciri khas yang membedakan Indonesia dari bangsa-bangsa lain, serta berperan aktif dalam mewujudkan ketertiban dan kesejahteraan dunia.

Pada mulanya, konsep nasionalisme Indonesia lebih identik dengan kultur keislaman. Namun, setelah National Indische Party (pengganti Indische Partij) dalam Kongres Nasional se-Hindia pada tahun 1922 memperkenalkan konsep nasionalisme Hindia, perkembangan berikutnya menunjukkan bahwa faktor kultur Jawa juga semakin diperkenalkan, terutama setelah peristiwa “Jawi Hisworo” yang melahirkan konsep nasionalisme Jawa (Comité voor het Javaansche Nationalisme). Karena kultur Jawa juga memiliki banyak kesamaan dengan kultur Islam, kedua sistem nilai tersebut pada dasarnya tidak saling berhadap-hadapan.

Islam dan nasionalisme pada masa awal pembentukan bangsa Indonesia tidak banyak dipersoalkan. Bahkan, H.O.S. Tjokroaminoto, selaku pemimpin Sarekat Islam, pada tahun 1925 menyatakan, “Islam seper tujuh bahagian rambut pun tak menghalang dan merintangi kejadian dan kemajuan nasionalisme yang sejati, tetapi memajukan dia.”

Baca juga : Berbudaya Akomodatif

Perkembangan kemudian berubah ketika Soekarno semakin kuat menyuarakan konsep nasionalisme Indonesia yang lebih menekankan rasa cinta tanah air. Agus Salim berulang kali mengingatkan dan mengkritik konsep nasionalisme Soekarno.

Kritik tersebut kemudian diikuti oleh sejumlah kalangan Islam yang merasa telah berjuang lebih dahulu, tetapi seolah-olah tersisihkan oleh munculnya gagasan baru tentang nasionalisme yang dipandang lebih eksklusif. Dalam konteks inilah, Islam sebagai agama yang bersifat universal mulai dipertentangkan dengan nilai-nilai lokal.

Adsense

Dari sinilah kemudian lahir istilah nasionalis sekuler dan nasionalis Islami yang digunakan oleh berbagai penulis dan peneliti. Namun, pada akhirnya terjadi proses kristalisasi antara nilai-nilai lokal dan nilai-nilai universal, termasuk nilai-nilai Islam di dalamnya.

Indonesia merupakan bangsa dan negara yang besar, sekaligus negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Terdiri atas ribuan pulau dengan keragaman suku bangsa, agama, bahasa, dan budaya, Indonesia menghadapi tantangan yang sangat kompleks dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara.

Baca juga : Toleransi Dengan Nilai-nilai Lokal

Oleh karena itu, pengelolaan negara akan menjadi jauh lebih sulit apabila yang dikembangkan adalah paham nasionalisme yang sempit, sebagaimana pernah menjadi objek kritik para ilmuwan pada masa-masa awal kemerdekaan.

Tantangan tersebut semakin besar mengingat posisi geografis Indonesia yang berada di persimpangan berbagai arus peradaban dan gelombang globalisasi. Karena itu, ujian terhadap Nasionalisme Indonesia akan terus berlangsung dan bahkan semakin berat.

Sebagai umat beragama sekaligus warga bangsa, kita seharusnya senantiasa terpanggil untuk merawat Nasionalisme Indonesia agar tetap konsisten dengan cita-cita para founding fathers bangsa.

Sudah bukan zamannya lagi mempertentangkan Islam dengan nasionalisme. Sejarah bangsa ini telah menunjukkan bahwa keduanya dapat dipertemukan secara konstruktif dalam menyelesaikan berbagai persoalan mendasar kehidupan berbangsa.

Baca juga : Apa Itu Islam Berkeindonesiaan?

Islam Nusantara menjadi salah satu contoh ikhtiar mempertemukan nilai-nilai dasar Islam yang bersifat universal dengan konsep nasionalisme yang mengakumulasi nilai-nilai lokal Indonesia.

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Kamis, 9 Juli 2026 dengan judul "Mengenal Islam Berkeindonesiaan (5) Paralel Dengan Nasionalisme Indonesia"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense