BREAKING NEWS
 

Bahlil Lahadalia: Misi Delegasi Partai Golkar ke Tiongkok Sangat Strategis

Rabu, 15 Juli 2026 15:54 WIB
Prof. Dr. Ali Mochtar Ngabalin, S. Ag., M.Si

RM.id  Rakyat Merdeka - Menjelang keberangkatan delegasi Golkar ke Tiongkok, kami mendapat kesempatan bersilaturahmi sekaligus menerima arahan langsung dari Ketum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, pada Selasa sore, 14 Juli 2026.

Bahlil menerima 20 anggota delegasi yang berasal dari berbagai organisasi sayap serta ormas Hasta Karya, baik yang mendirikan maupun yang didirikan oleh Partai Golkar. Dalam pertemuan tersebut, Ketua Umum didampingi Waketum DPP Partai Golkar sekaligus Ketum DPP Ormas MKGR Wihaji.

Audiensi ini penting karena perjalanan ke Tiongkok tidak boleh jatuh menjadi wisata politik atau sekadar kunjungan seremonial. Kami berangkat membawa mandat organisasi, nama Indonesia, membawa tanggung jawab untuk mempelajari kemajuan yang dapat diterapkan sesuai kepentingan nasional. Bahlil menegaskan bahwa misi delegasi ini sangat strategis bagi penguatan kapasitas kader dan hubungan internasional Partai Golkar.

Atas undangan International Department of the Central Committee of the Communist Party of China atau IDCPC, delegasi Partai Golkar akan berkunjung ke Guangzhou di Provinsi Guangdong, Changsha dan Shaoshan di Provinsi Hunan, Lanzhou di Provinsi Gansu, serta Beijing pada 15-23 Juli 2026. IDCPC merupakan lembaga di bawah Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok yang menangani hubungan dan pertukaran antarpihak politik dari berbagai negara. Diplomasi antar pihak semacam ini telah lama menjadi salah satu jalur untuk memperkuat komunikasi antarnegara.

 

 

Selama kunjungan, delegasi Golkar dijadwalkan mengikuti seminar politik, mengunjungi pusat bisnis dan industri, melihat komunitas binaan Partai Komunis Tiongkok, serta bertemu elite partai dan pejabat di beberapa provinsi. Kami akan melihat langsung bagaimana kebijakan nasional diterjemahkan menjadi kegiatan ekonomi, pengembangan kawasan, serta peningkatan kapasitas masyarakat. Pengalaman itu perlu dipelajari secara jernih, lalu disaring sesuai kebutuhan dan karakter bangsa Indonesia.

Baca juga : Jaga Persatuan Dan Kesatuan Bangsa Waspadai Proxy Adu Domba

Dalam arahannya, Bahlil mengingatkan ungkapan yang sangat populer di tengah masyarakat, “Tuntutlah ilmu walau sampai ke negeri China.” Beliau meminta para anggota delegasi memanfaatkan perjalanan ini untuk belajar sebanyak mungkin, terutama mengenai industrialisasi dan peningkatan nilai tambah sumber daya alam.

“Belajar hingga ke China itu sudah benar. Mereka punya banyak sumber daya alam dan jago meningkatkan nilai tambahnya. China paling hebat urusan hilirisasi,” kata Bahlil dengan penuh semangat.

 

 

Pesan tersebut sederhana namun sangat relevan. Tiongkok membangun kekuatan industrinya melalui perencanaan jangka panjang, pembangunan infrastruktur, penguasaan teknologi, serta hubungan yang kuat antara kebijakan negara dan dunia usaha.

Adsense

Tiongkok tetap menyebut sistemnya sebagai socialist market economy, suatu sistem yang memanfaatkan mekanisme pasar dan aktivitas perusahaan swasta dalam kerangka pembangunan yang diarahkan negara.

Hasilnya dapat dilihat dari terbentuknya jaringan industri dan rantai pasok yang sangat lengkap. Industri manufaktur Tiongkok mencakup seluruh kategori industri dalam klasifikasi PBB. Kontribusi nilai tambah manufakturnya juga menempati posisi terdepan secara global.

Baca juga : KSP Etalase Utama Istana Kepresidenan

Indonesia punya kekayaan SDA yang sangat besar. Namun, kekayaan itu akan kehilangan daya dorong apabila hanya dijual sebagai bahan mentah. Hilirisasi harus melahirkan industri pengolahan, transfer teknologi, lapangan kerja, serta kemampuan baru bagi tenaga kerja Indonesia. Inilah pelajaran penting yang ditekankan Bahlil kepada seluruh delegasi.

Bahlil memahami persoalan tersebut secara langsung melalui tanggung jawabnya sebagai Menteri ESDM sekaligus Ketum DPP Partai Golkar. Kepemimpinannya mendorong kader agar memahami persoalan ekonomi sampai pada pelaksanaan, tidak berhenti pada pidato dan slogan. Posisi Bahlil sebagai Ketum Golkar masih ditegaskan dalam berbagai agenda resmi partai pada Juli 2026.

Wihaji, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN. juga menyampaikan wejangan kepada seluruh anggota delegasi. Menurutnya, Partai Golkar selalu melahirkan kader-kader terbaik karena memberi kesempatan bagi kader untuk mengembangkan ide, menghasilkan gagasan, serta membuktikannya melalui karya.

Pesan tersebut menggambarkan arah kaderisasi Golkar di bawah kepemimpinan Bahlil. Kader yang loyal kepada partai itu baik. Namun kader juga harus memiliki moda pengetahuan dan keberanian belajar, agar menjawab persoalan masyarakat. Loyalitas yang tidak disertai kapasitas hanya akan menghasilkan partai yang lemah.

Kunjungan ini juga menjadi bagian dari komitmen Partai Golkar dalam mengawal politik luar negeri Presiden Prabowo Subianto. Presiden Prabowo telah menegaskan prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas, aktif, dan berorientasi pada persahabatan serta kerja sama yang saling menguntungkan.

Parpol memiliki tanggung jawab untuk membantu memperkuat jalur diplomasi tersebut. Hubungan Indonesia dan Tiongkok tidak hanya dijalankan melalui komunikasi antarpemerintah. Pertukaran antarpihak politik juga dapat memperluas kepercayaan, mempertemukan gagasan, dan membuka jalan bagi kerja sama yang lebih konkret.

Karena itu, Bahlil mengingatkan seluruh delegasi agar menjaga nama baik Indonesia dan Partai Golkar selama berada di Tiongkok. Setiap sikap dan pernyataan anggota delegasi akan membawa identitas negara serta organisasi. Disiplin, kehormatan, dan kesungguhan belajar menjadi bagian dari tugas yang kami emban.

Baca juga : Ketika Presiden Prabowo Dihajar Framing Sebelum Hasil Diplomasinya Terlihat

“Kalian jaga nama baik Indonesia dan Partai Golkar. Lakukan yang terbaik untuk mendukung seluruh program Presiden Prabowo, khususnya dalam diplomasi luar negeri,” pesan Bahlil.

Arahan tersebut akan menjadi pegangan selama perjalanan. Kami harus mencatat hal-hal yang dapat dipelajari dari pengembangan industri Tiongkok, pembinaan kader, pengelolaan komunitas, serta kerja sama antara pemerintah daerah dan pelaku ekonomi. Sepulangnya ke Indonesia, seluruh pengalaman itu harus diolah menjadi rekomendasi serta program yang dapat dikerjakan.

Partai Golkar telah lama memiliki pengalaman dalam pembangunan ekonomi dan hubungan internasional. Generasi kader hari ini berkewajiban memperbarui pengalaman tersebut agar sesuai dengan perubahan dunia. Persaingan global semakin ditentukan oleh teknologi, kualitas sumber daya manusia, dan kemampuan negara membangun industri bernilai tambah.

Delegasi Partai Golkar berangkat ke Tiongkok dengan sikap percaya diri. Kami datang sebagai sahabat yang ingin belajar, sekaligus sebagai wakil dari bangsa besar yang memiliki kepentingan dan masa depan sendiri. Kami berangkat membawa amanah. Kami harus pulang membawa manfaat.

Oleh: Prof. Dr. Ali Mochtar Ngabalin 
- Ketua Delegasi Partai Golkar Tiongkok Permanent Member of the International Movement for the Liberation of Nations, headquartered in Moscow Russia
- Ketua DPP Partai Golkar Bidang Kebijakan Politik Luar Negeri dan Hubungan Internasional.
- Guru Besar Hubungan Internasional Busan University of Foreign Studies (BUFS) Korea Selatan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense