BREAKING NEWS
 

Trend Masa Depan Umat (4)

Menyatukan Visi Dakwah

Kamis, 30 Juli 2026 06:29 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Ini cerita pengalaman yang cukup ironis, beberapa tahun lalu.

DKI Jakarta memiliki banyak mubalig kawakan, sarana dakwah yang sangat canggih, serta referensi keislaman yang memadai. Namun, umat Islam di DKI Jakarta pernah mengalami ketidakberhasilan mengantarkan mayoritas umatnya untuk memilih pemimpin yang seiman.

Saat itu, berbagai dukungan diberikan, baik secara langsung maupun tidak langsung, kepada calon gubernur yang beragama Islam. Bahkan, jutaan orang berkumpul dalam momen 411, 212, dan 122. Namun, pada akhirnya, hal tersebut tak mampu menggeser Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yang saat itu menghadapi berbagai persoalan yang kompleks.

Kita tidak sedang mempersoalkan siapa yang terpilih saat itu, apa agama ataupun etnisnya. Sebagai negara demokrasi, kita harus menerima siapa pun yang memperoleh kemenangan dalam kontestasi politik. Namun, tetap menjadi catatan bahwa upaya umat Islam di DKI Jakarta untuk mengusung kader terbaik yang seiman saat itu belum berhasil.

Baca juga : Meninjau Empat Unsur Dakwah

Tentu ada persoalan yang perlu menjadi bahan evaluasi. Salah satunya adalah belum terbangunnya kesatuan visi dan misi di kalangan umat Islam DKI Jakarta saat itu.

Strategi dakwah yang dijalankan para mubalig serta berbagai ikhtiar para pemimpin organisasi kemasyarakatan Islam juga belum sepenuhnya mencapai hasil yang diharapkan.

Kenyataan ini mengingatkan kita pada firman Allah SWT: “Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar” (QS Al-Baqarah [2]: 249). Ayat ini memberikan pelajaran bahwa mayoritas secara jumlah bukanlah jaminan keberhasilan suatu perjuangan.

Adsense

Umat Islam tidak perlu berkecil hati. Walaupun saat itu belum memperoleh kemenangan, kelapangan dada dalam menerima hasil serta kebesaran jiwa untuk menghormati kandidat yang terpilih patut diapresiasi. Sekalipun sebagian pihak merasa diperlakukan secara tidak adil, umat Islam Indonesia, khususnya di DKI Jakarta, tetap menunjukkan sikap tenang dan menjauhi kekerasan sebagai jalan penyelesaian. Padahal, dengan jumlah yang besar, mereka sesungguhnya memiliki potensi untuk bertindak sebaliknya. Namun, mereka memilih mengedepankan persatuan dan kesatuan sebagai warga bangsa.

Baca juga : Apa Itu Khairah Ummah?

Sikap tersebut menunjukkan bahwa umat Islam Indonesia adalah masyarakat yang santun dan memiliki tingkat toleransi yang tinggi.

Diharapkan kedewasaan umat Islam Indonesia dalam menyikapi berbagai persoalan kebangsaan dapat menjadi pelajaran berharga bagi bangsa-bangsa lain.

Indonesia sekaligus membuktikan bahwa Islam bukanlah agama kekerasan, apalagi terorisme. Dunia Islam patut bersyukur karena Indonesia, sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, mampu menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, kedamaian, toleransi, kesetaraan, dan keadilan.

Di sisi lain, kelompok-kelompok minoritas juga selayaknya menghargai keluhuran budi pekerti kolektif umat Islam Indonesia. Umat Islam telah menunjukkan kesediaan menerima kenyataan, menghormati hasil kesepakatan, menaati hukum dan pemerintah, serta tidak memelihara dendam. Karena itu, tidak semestinya ada pihak yang mencibir umat Islam seolah-olah hanya laksana buih di lautan yang tidak memiliki arti.

Baca juga : Makna Semantik Ummah

Demikian pula, tidak patut mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang bernada merendahkan, menerapkan kebijakan yang secara nyata bertentangan dengan keyakinan mereka, ataupun memperlakukan tokoh-tokoh mereka secara tidak adil.

Sikap-sikap semacam itu patut dihindari karena dapat menimbulkan luka sosial yang mendalam. Sebagaimana pepatah mengatakan, semut pun pada akhirnya akan menggigit apabila terus-menerus diinjak.

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Kamis, 30 Juli 2026 dengan judul "Trend Masa Depan Umat (4) Menyatukan Visi Dakwah"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense