Dark/Light Mode

Trend Masa Depan Umat (2)

Apa Itu Khairah Ummah?

Selasa, 28 Juli 2026 06:15 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Salah satu misi utama Nabi adalah mewujudkan khairah ummah. Menurut para mufasir, khairah ummah adalah umat yang benar-benar ideal sebagaimana ditegaskan dalam dua ayat Surah Ali ’Imran berikut:

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar; mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS Ali ’Imran [3]: 104)

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, serta beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, tetapi kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” (QS Ali ’Imran [3]: 110)

Konsep khairah ummah menurut kedua ayat tersebut adalah suatu komunitas masyarakat yang senantiasa menyerukan kepada kebaikan (yad‘ūna ilā al-khair), menyuruh kepada yang makruf (ya’murūna bi al-ma‘rūf), dan mencegah kemungkaran (yanhauna ‘an al-munkar).

Baca juga : Makna Semantik Ummah

Para mufasir menafsirkan kata al-khair sebagai kebaikan yang bersifat partikular, termasuk di dalamnya kearifan lokal (local wisdom).

Sementara itu, kata al-ma‘rūf lebih bermakna kebaikan yang bersifat universal. Untuk kebaikan yang bersifat partikular masih diperlukan pendekatan persuasif melalui dakwah, yakni dari bawah ke atas. Adapun terhadap nilai-nilai universal yang telah menjadi common sense, diperlukan penegasan atau perintah (amr).

Penjabaran lebih lanjut mengenai khairah ummah ditegaskan pada ayat berikutnya, yaitu menyuruh kepada yang makruf, mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.

Menurut para mufasir, implementasi konsep khairah ummah dalam ayat tersebut adalah menebarkan energi positif kepada seluruh umat manusia tanpa membedakan jenis kelamin, golongan, etnis, kewarganegaraan, warna kulit, agama, maupun kepercayaan. Karena itu, seseorang yang gemar menghina atau menghujat orang lain tidak termasuk dalam kategori khairah ummah. Kebenaran dan keadilan memang harus ditegakkan, tetapi melalui cara-cara yang terhormat dan bermartabat.

Baca juga : PR Untuk PBNU

Allah SWT mengesampingkan pendekatan kekerasan dalam menyelesaikan persoalan umat. Atas nama apa pun, untuk siapa pun, kepada siapa pun, dan dari mana pun, kekerasan tidak pernah mendapat tempat dalam Islam. Allah SWT berfirman: “Lā ikrāha fī al-dīn” (Tidak ada paksaan dalam (memasuki) agama) (QS Al-Baqarah [2]: 256).

Allah SWT juga menegaskan pentingnya mengedepankan pendekatan kemanusiaan dalam menyelesaikan setiap persoalan antarmanusia. Hal ini sejalan dengan firman-Nya: “Wa laqad karramnā banī Ādam” (Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak-anak Adam) (QS Al-Isra’ [17]: 70).

Umat yang ideal adalah umat yang senantiasa menebarkan kedamaian, persaudaraan, dan kerja sama.

Dalam Islam tidak ada larangan untuk berbuat baik dan bekerja sama dengan orang-orang non-Muslim. Nabi Muhammad SAW sendiri memberikan teladan dengan bersikap terbuka terhadap kehadiran non-Muslim dalam lingkungan pemerintahannya. Salman al-Farisi, yang dikenal sebagai penggagas strategi Perang Khandaq, telah lama bergabung dengan Nabi bahkan sebelum memeluk Islam.

Baca juga : Penumpang Gelap

Demikian pula praktik para sahabat dan tabi’in yang senantiasa memberikan ruang bagi kelompok non-Muslim dalam kehidupan bermasyarakat.

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Selasa, 28 Juli 2026 dengan judul "Trend Masa Depan Umat (2) Apa Itu Khairah Ummah?"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.