Dark/Light Mode
- KCIC Perluas Pemanfaatan Energi Terbarukan Biodiesel B40 pada Kereta Perawatan
- Legenda Italia dan AC Milan Franco Baresi Meninggal Dunia di Usia 66 Tahun
- Mariano Peralta Siap Adaptasi dengan Skuad Maung Bandung
- BAZNAS-Kemnaker Siapkan Penyandang Disabilitas Masuk Dunia Kerja
- Duh, Komponen Hidran Damkar di Jakarta Banyak Digarong Rayap Besi
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Untuk mempersiapkan masyarakat ideal (khaira ummah), ada empat unsur dakwah yang perlu dibenahi, yaitu materi dakwah, metode dakwah, subjek dakwah (mubalig), dan objek dakwah (masyarakat). Rasanya sulit mewujudkan khaira ummah jika keempat rukun dakwah tersebut tidak dibenahi secara menyeluruh.
Pertama, materi dakwah. Materi dakwah yang sebaiknya disampaikan kepada masyarakat ialah artikulasi ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis terhadap realitas kehidupan masyarakat. Yang dimaksud dengan artikulasi di sini ialah memfungsikan ayat dan hadis dalam kehidupan sehari-hari.
Sebaiknya kita tidak langsung mengonfrontasi atau melegitimasi perbuatan dan tindakan masyarakat dengan ayat-ayat dan hadis secara harfiah. Kita perlu memahami dan menjiwai konteks ayat serta hadis sebelum menyampaikannya kepada sasaran dakwah.
Nabi Muhammad SAW juga mengajarkan pendekatan persuasif dalam berdakwah. Tidak bijaksana memperkenalkan hukum-hukum fikih secara terperinci kepada suatu komunitas yang sama sekali belum memiliki pemahaman komprehensif tentang akidah Islam.
Baca juga : Apa Itu Khairah Ummah?
Apabila fikih dan akhlak lebih dikedepankan tanpa didahului pemahaman dasar-dasar akidah, dikhawatirkan ajaran Islam akan dipersepsikan sebagai beban yang harus dijalankan, bukan sebagai tuntunan yang membimbing mereka meraih ketenangan batin. Ajaran Islam bukan hanya mengajak umat menjadi “ahli taat”, tetapi juga menjadi “ahli ibadah”. Pada yang pertama, pesan agama dapat dirasakan sebagai beban, sedangkan pada yang kedua, pesan agama akan dirasakan sebagai sesuatu yang membahagiakan dan menenteramkan.
Kedua, metode dakwah. Metode dakwah yang perlu diperhatikan ialah metode yang mampu mentransformasikan masyarakat dari kebiasaan yang destruktif menuju kebiasaan yang konstruktif secara lebih efektif.
Metode dakwah konvensional sudah saatnya disesuaikan dengan perkembangan zaman. Di era kemajuan teknologi saat ini, dakwah perlu dilakukan secara lebih efisien dan efektif dengan memanfaatkan berbagai sarana komunikasi modern.
Metode satu arah (one-way), monolog, dan indoktrinasi sudah saatnya diperkaya dengan pendekatan dialogis, kolaboratif (triple helix), serta pemanfaatan berbagai media dakwah modern. Sangat disayangkan apabila materi dakwah sangat baik, bahkan didukung oleh penceramah yang berkualitas, tetapi masih disampaikan dengan metode yang konvensional.
Baca juga : Makna Semantik Ummah
Bahkan, khutbah Jumat pun dapat dirancang secara lebih efektif. Misalnya, khutbah disampaikan sekitar 15 menit, sedangkan sesi pendalaman materi dan tanya jawab dapat dilaksanakan setelah salat Jumat.
Ketiga, mubalig/mubaligah. Mubalig yang ideal bukan lagi sekadar mampu membuat audiens atau jamaah tertawa terpingkal-pingkal ataupun menangis tersedu-sedu. Ukuran keberhasilannya adalah sejauh mana jamaah memperoleh bekal, pemahaman, dan tuntunan untuk menjalani kehidupan yang semakin kompleks dan kompetitif.
Oleh karena itu, keyakinan, integritas, dan penguasaan materi seorang mubalig sangat diperlukan, mengingat audiens dan jamaah saat ini semakin kritis dan berpengetahuan.
Keempat, objek dakwah. Objek atau sasaran dakwah kini semakin beragam dan kompleks. Para mubalig tidak mungkin berhasil tanpa mengenali secara mendalam karakteristik objek dakwahnya. Selain semakin mobile, masyarakat juga semakin kritis. Mereka dapat dengan mudah membandingkan, bahkan mengonfrontasikan, seorang penceramah dengan penceramah lainnya.
Oleh karena itu, pemahaman terhadap dakwah secara utuh sudah saatnya mengalami pembaruan seiring dengan perubahan sosial yang terus berlangsung di tengah masyarakat.
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Rabu, 29 Juli 2026 dengan judul "Trend Masa Depan Umat (3) Meninjau Empat Unsur Dakwah"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.