Dark/Light Mode
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Pada artikel terdahulu, “Adat Bersendi Sara’”, telah dijelaskan pengertian adat, sara’, syariat, dan sendi, baik menurut bahasa maupun istilah. Adat bersendi sara’ tentu memerlukan proses, waktu, metode, dan cara yang efektif untuk diwujudkan. Artikel ini berupaya menjelaskan apa yang sesungguhnya dimaksud dengan “Sara’ Bersendi Kitabullah.”
Kitabullah terdiri atas dua kata, yaitu kitab dan Allah, yang kemudian menjadi satu kata: Kitabullah, yang secara harfiah berarti kitab Allah. Kata kitab sendiri berasal dari bahasa Arab kataba–yaktubu–kitāban, yang berarti tulisan atau buku. Dalam pengertian yang lebih luas, kitab juga dapat dimaknai sebagai puncak dari suatu himpunan.
Huruf-huruf berhimpun menjadi kata, kata menjadi kalimat, kalimat menjadi ayat, ayat menjadi surah, dan kumpulan 114 surah disebut al-Kitab atau Al-Qur’an. Dengan demikian, Kitabullah dalam konteks artikel ini adalah ketentuan-ketentuan Allah SWT yang termaktub dalam Kitab Allah, yakni Al-Qur’an.
Baca juga : Adat Bersendi Syara’
Adat, sara’, Kitabullah, dan masyarakat Nusantara merupakan empat unsur yang berada dalam satu kesatuan eksistensi. Keempatnya membentuk sebuah masyarakat yang menjunjung tinggi adat-istiadat yang bersendi pada semangat sara’, sementara sara’ sendiri bersendi pada Kitabullah.
Tentu saja masing-masing memiliki karakteristik dan distingsinya sendiri, tetapi unsur persamaan dan keterkaitannya jauh lebih dominan. Kitabullah menjadi landasan bagi sara’, sara’ menjadi landasan bagi adat, dan adat menjadi landasan bagi kehidupan masyarakat Nusantara.
Dengan demikian, masyarakat Nusantara menjadi lokus bagi adat yang bersendi sara’ dan sara’ yang bersendi Kitabullah. Keempat unsur tersebut saling menguatkan dan memberi energi satu sama lain. Kristalisasi nilai-nilai yang terkandung di dalamnya melahirkan karakter masyarakat Nusantara.
Baca juga : Beranjak Dari Akar Budaya Proto-Indonesia
Sebagaimana telah dijelaskan pada artikel terdahulu, pijakan atau sendi adat adalah nilai-nilai dasar syariat yang bersifat universal. Oleh karena itu, di dalamnya terbuka ruang bagi berbagai nilai universal lainnya untuk hidup berdampingan, seperti nilai-nilai universal yang berkembang dalam Hindu, Buddha, Protestan, Katolik, Khonghucu, serta berbagai agama dan kepercayaan lokal lainnya.
Nusantara ibarat mutiara yang memiliki banyak sisi, dan setiap sisinya memancarkan warna yang khas. Dengan demikian, setiap agama dan kepercayaan memiliki ruang untuk menampilkan identitasnya dalam bingkai Nusantara. Sebagaimana dikenal istilah Islam Nusantara, agama dan kepercayaan lain pun dapat menampilkan identitas kenusantaraannya masing-masing, seperti Hindu Nusantara, Buddha Nusantara, Kristen Nusantara, maupun Khonghucu Nusantara. Nusantara memiliki energi kultural yang mampu memperkuat seluruh agama, aliran, dan kepercayaan lokal yang hidup di dalam wilayahnya.
Islam Nusantara memandang komunitas di luar umat Islam sebagai bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan kebangsaan. Meskipun berbeda agama dan keyakinan, mereka tetap merupakan bagian dari komunitas Nusantara. Inilah salah satu tafsir aktual atas semboyan Bhinneka Tunggal Ika, yang tidak sekadar dimaknai sebagai keberagaman yang tetap bersatu, melainkan juga sebagai ikatan kebangsaan yang melampaui perbedaan geografis, budaya, dan keyakinan.
Seluruhnya dipersatukan oleh satu semangat dan satu jiwa: satu nusa, satu bangsa, dan satu tanah air; berada di bawah lambang Garuda Pancasila dan Sang Merah Putih, dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), berlandaskan Pancasila, serta diselenggarakan menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Sabtu, 18 Juli 2026 dengan judul "Mengenal Islam Berkeindonesiaan (14) Sara’ Bersendi Kitabullah"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.