BREAKING NEWS
 

Menjadi Selebriti Langit

Sabtu, 26 September 2026 05:50 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Banyak selebriti di bumi, tetapi tidak ada yang mengenalnya di langit. Sebaliknya, banyak orang yang tidak dikenal di bumi, tetapi termasuk ke dalam jajaran selebriti langit. Seandainya disuruh memilih, pasti semua orang lebih memilih menjadi selebriti langit ketimbang selebriti bumi.

Usia kehidupan di bumi hanya sekitar tujuh menit di akhirat jika seseorang rata-rata berumur 70 tahun, karena sehari di akhirat sama dengan seribu hari di bumi. Sayang sekali, kebanyakan orang masih lebih mengidolakan selebriti bumi daripada selebriti langit.

Idola bumi ialah orang-orang yang mencapai puncak prestasi dari segi fisik-biologis, seperti orang yang cantik, tampan, seniman, serta orang-orang yang sukses di bangku kuliah, dunia usaha, pemerintahan, dan sebagainya.

Sedangkan idola langit ialah orang-orang yang kelihatannya tidak memiliki banyak kelebihan secara fisik atau secara duniawi, tetapi memiliki spiritual saving dan kekuatan idealisme yang kuat di mata Tuhan.

Di dalam masyarakat kita tampaknya sedang terjadi krisis idola. Krisis ini disebabkan oleh dua hal. Pertama, terjadinya kekosongan figur-figur idola yang layak dijadikan panutan.

Baca juga : Memperkaya Opsi dan Wawasan

Kedua, bukan terjadi kekosongan idola, tetapi sedang terjadi pembengkakan kualitas di dalam masyarakat sehingga figur-figur produktif sedang bermunculan. Akibatnya, sulit memilih mana yang terbaik di antara begitu banyak figur yang ada.

Mencari orang pintar di tengah-tengah orang pintar sama sulitnya dengan mencari orang paling bodoh di antara orang-orang bodoh. Ini mengingatkan kita pada kata-kata orang arif: ada dua hal yang tidak akan pernah ditemukan, yaitu mencari sesuatu yang tidak akan pernah ada dan mencari sesuatu yang sesungguhnya sudah ditemukan.

Bangsa kita sekarang sedang sibuk mencari figur-figur idola untuk dijadikan kader dan calon pemimpin, baik di lingkungan legislatif maupun eksekutif. Figur idola kini sedang diperebutkan oleh berbagai partai politik. Sebentar lagi akan disusul oleh calon-calon pemimpin eksekutif.

Adsense

Yang menjadi pertanyaan ialah, seperti apa kriteria figur yang layak dijadikan idola? Ada yang melihat dari segi ketenaran atau popularitas, ada juga yang menekankan aspek kualitas dan profesionalitas, dan yang lainnya menggabungkan beberapa kriteria, termasuk kualitas keimanan dan integritas pribadi.

Jika kita ingin belajar dari pengalaman Nabi Muhammad dalam merekrut calon pemimpin, maka pertama kali kita harus mengetahui kriteria orang yang dicari sesuai dengan kebutuhan jabatan. Ketika jabatan panglima angkatan perang kosong, Nabi mencari masukan tentang figur terbaik untuk menduduki posisi tersebut. Nabi sendiri ikut menyeleksi.

Baca juga : Topeng Malaikat & Topeng Iblis

Di luar dugaan, ternyata yang dipilih oleh Nabi ialah Usamah ibn Zaid, yang notabene usianya masih kurang dari 20 tahun. Para sahabat senior bertanya mengapa Nabi memilih Usamah.

Nabi menjelaskan bahwa selain selama ini menunjukkan bakat-bakat militernya yang brilian, ayahnya juga merupakan korban di medan perang. Dengan demikian, tentu ia memiliki motivasi kuat untuk melanjutkan idealisme ayahnya.

Dalam kesempatan lain, Nabi memilih di antara para sahabatnya untuk menjabat sebagai gubernur di sejumlah provinsi. Pemilihan tersebut sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan rasional, bukan KKN.

Muawiyah ibn Abi Sufyan dipilih menjadi Gubernur Syam (Damaskus) karena ia memang memiliki basis dan keluarga di sana. Amr bin Ash diangkat menjadi Gubernur Mesir karena ia menguasai wilayah tersebut.

Musa Al-Asy’ari sebagai Gubernur Kufah, Mu’adz bin Jabal sebagai Gubernur Yaman, dan Abu Hurairah sebagai Gubernur Bahrain.

Baca juga : Karakter Pluralitas Masyarakat Indonesia

Sekretaris pribadi Nabi yang tidak pernah berganti, yaitu Zaid bin Tsabit, dipilih karena keahliannya menguasai enam bahasa asing, yaitu bahasa Persia, Koptik, Ibrani (Hebrew), Suryani, Romawi, dan bahasa-bahasa Arab lokal.

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 dan 6, edisi Sabtu, 26 September 2026 dengan judul "Menjadi Selebriti Langit"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense