Dark/Light Mode

Mengelola Bahasa Agama

Sabtu, 19 September 2026 06:21 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Bahasa agama mempunyai power luar biasa dalam pengembangan warga bangsa. Bahasa agama mampu membangkitkan adrenalin yang memungkinkan seseorang mengoptimalkan kekuatan yang dimilikinya. Tentu saja, kekuatan tersebut dapat diarahkan kepada hal-hal yang positif, tetapi juga dapat digunakan untuk hal-hal yang negatif. Kita berharap bahasa agama di dalam masyarakat digunakan untuk mendukung cita-cita luhur bangsa sebagaimana telah dirumuskan bersama oleh the founding fathers kita.

Sebuah hadis dalam kitab Shahih Bukhari menceritakan kisah perundingan dan gencatan senjata antara umat Islam dan kaum kafir Quraisy. Nabi memimpin langsung delegasinya, sementara dari pihak Quraisy dipimpin oleh seorang diplomat ulung bernama Suhail. Sebagai pembuka naskah perjanjian itu, Nabi meminta agar diawali dengan kata Bismillahirrahmanirrahim. Namun, usulan tersebut ditolak oleh Suhail karena kalimat itu dianggap asing. Ia kemudian mengusulkan kalimat Bismikallahumma, sebuah ungkapan yang populer di kalangan masyarakat Arab ketika itu.

Sebagai penutup, perjanjian itu diusulkan dengan kalimat: Hadza ma qudhiya ’alaihi Muhammad Rasulullah (perjanjian ini ditetapkan oleh Muhammad Rasulullah). Suhail kembali menolak redaksi tersebut dan mengusulkan: Hadza ma qudhiya ’alaihi Muhammad ibn ’Abdullah (perjanjian ini ditetapkan oleh Muhammad putra Abdullah).

Baca juga : Jika Negara Abai terhadap Kemaksiatan

Pencoretan kata “Bismillahirrahmanirrahim” dan “Rasulullah” membuat para sahabat tersinggung dan menolak perjanjian tersebut. Namun, Rasulullah meminta para sahabatnya untuk menyetujui naskah itu. Konon, Nabi mengambil alih sendiri penulisan tersebut karena tidak ada seorang sahabat pun yang tega mencoret kata-kata yang mereka anggap mengandung prinsip ajaran agama.

Nabi menyadari bahwa dalam kondisi tidak normal, lebih penting mewujudkan substansi nilai daripada mempertahankan formalitas ajaran. Prinsip ini kemudian dikristalisasikan dalam kaidah usul fikih: Ma la yudriku kulluhu la yutraku kulluhu (apa yang tidak dapat diwujudkan seluruhnya, jangan ditinggalkan seluruhnya).

Riwayat di atas menunjukkan betapa hebatnya Nabi mengelola dan memainkan bahasa agama sehingga membuahkan win-win solution. Keyakinan Nabi tidak merasa tereduksi dengan penerimaan terhadap kalimat yang diusulkan oleh golongan kafir Quraisy. Pihak Quraisy pun merasa berhasil karena usul-usul mereka diterima. Seandainya Nabi bersikukuh pada pendirian para sahabatnya, peperangan mungkin akan terus berlanjut. Ternyata, kemampuan dan keahlian dalam mengelola bahasa agama dapat menjadi jalan untuk menyelamatkan semua pihak.

Baca juga : Makna Hidup Beragama

Pengalaman mengelola bahasa agama ini juga pernah dicontohkan oleh the founding fathers kita dengan rela mencoret rumusan “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi para pemeluknya” dan menggantinya dengan “Pancasila”. Keutuhan bangsa Indonesia juga dibingkai dalam sebuah ungkapan yang bersifat profan, “Bhinneka Tunggal Ika”. Kalimat ini didukung oleh puluhan ayat dan hadis.

Hadis tersebut di atas juga mencerminkan kearifan Nabi Muhammad yang kemudian ditetapkan oleh Michael Hart sebagai tokoh nomor satu di antara 100 tokoh terkemuka yang pernah lahir di muka bumi. Thomas Carlyle pun membahas Nabi Muhammad di antara sejumlah tokoh besar dan memberikan penghargaan tinggi terhadap sosoknya. Nabi Muhammad bagaikan seorang tokoh yang lahir jauh mendahului zamannya karena kearifan-kearifannya hingga abad ini tetap menginspirasi para pemimpin dunia.

Di sinilah bahasa agama sangat kita perlukan untuk memompakan semangat jihad dalam memajukan NKRI yang kita cintai.

Baca juga : Harmoni Antara Agama Dan Pancasila

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Sabtu, 19 September 2026 dengan judul "Mengelola Bahasa Agama"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.