BREAKING NEWS
 

Gangguan Tidur Bisa Ganggu Pertumbuhan & Kecerdasan Balita? Beginii Penjelasan Dokter Anak

Reporter & Editor :
SRI NURGANINGSIH
Jumat, 9 Mei 2025 14:38 WIB
Tidur bagi anak balita bukan sekadar waktu istirahat. Ini adalah fase kritis untuk pertumbuhan otak, fisik, dan perkembangan emosi (Foto: Dok. Media Alert)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tidur bagi anak balita bukan sekadar waktu istirahat – ini adalah fase kritis untuk pertumbuhan otak, fisik, dan perkembangan emosi mereka. 

Menurut American Academy of Pediatrics, antara 25–50 persen anak mengalami masalah tidur saat masa tumbuh kembang, yang dapat berdampak signifikan terhadap fungsi kognitif, perilaku, dan kesehatan fisik maupun mental.

Mengapa tidur begitu penting?  Menurut dr. Yuni Astria, SpA, dokter spesialis anak mengatakan, tidur merupakan salah satu bagian fundamental dalam proses perkembangan otak dan sistem saraf anak.

Yuni mengatakan, selama fase deep sleep, tubuh anak memproduksi hormon pertumbuhan (growth hormone) dalam jumlah besar, yang utamanya berperan untuk perkembangan tulang, otot, dan sejumlah organ yang mempengaruhi metabolisme tubuh. 

"Di saat yang sama, otak memproses dan menyimpan informasi, memperkuat daya ingat, serta membentuk kemampuan belajar dan regulasi emosi," ujar Yuni dalam keterangannya, Jumat (9/5/2025).

Dalam sebuah penelitian juga menunjukkan, kurang tidur pada anak usia dini berkaitan dengan risiko lebih tinggi terhadap gangguan atensi, kecemasan, bahkan kejadian obesitas dan hipertensi di kemudian hari . 

Baca juga : Chandra Asri Perkuat Armada Laut Dan Fasilitas Tangki Di Pesisir Banten

Lebih lanjut Yuni mengatakan, gangguan kecil yang sering diabaikan tapi berdampak besar adalah kualitas tidur anak. 

Menurutnya kualitas tidur anakseringkali terganggu karena terbangun di tengah malam akibat berbagai faktor yang kerap luput dari perhatian, seperti paparan gawai menjelang tidur, pencahayaan kamar yang terlalu terang, suhu ruangan yang tidak nyaman, hingga gangguan gigitan serangga seperti nyamuk. 

“Meski terlihat sepele, gangguan kecil ini bisa mengganggu fase deep sleep, yang tentunya berdampak pada pada produksi hormon pertumbuhan dan konsolidasi memori yang terjadi saat tidur,” ungkap Yuni. 

National Sleep Foundation, lembaga rujukan internasional di bidang tidur, juga menyebur, bahwa tidur yang terdisrupsi akibat gangguan eksternal dapat berkontribusi sebabkan masalah perilaku, kemampuan belajar, penurunan daya tahan tubuh hingga kualitas tidur anak.

Lebih lanjut Yuni mengatakan, untuk mendukung tidur berkualitas, berikut hal sederhana yang bisa dilakukan: 

Adsense

 ● Mandi air hangat sebelum tidur untuk membantu relaksasi. 

Baca juga : Penerapan Opsen PKB Bisa Ganggu Perekonomian Daerah, Ini Alasannya

● Makan terakhir diupayakan maksimal 1,5 jam sebelum waktu tidur 

● Hindari paparan gawai mulai dari 1 jam menjelang waktu tidur 

● Upayakan jadwal masuk kamar untuk tidur konsisten setiap harinya 

● Menciptakan ritual malam, seperti membacakan cerita petualangan seru yang sarat nilai kebaikan dengan suara lembut. 

● Mengatur kamar tidur agar nyaman: cahaya redup cenderung gelap, sejuk, tenang, dan bebas potensi gangguan serangga. 

● Menggunakan perlindungan tambahan agar anak tidak terganggu gigitan nyamuk atau serangga lain saat tidur. 

Baca juga : Industri Dan Ritel Keberatan Pembatasan Penjualan Produk Tembakau

“Rutinitas tidur yang konsisten membantu ritme biologis anak beradaptasi, sehingga tubuh dan otak mereka lebih siap untuk beristirahat. Ini juga mengajarkan disiplin sejak dini,” ungkap Yuni. 

Ia menambahkan, bahwa tidur berkualitas perlu dipandang sama pentingnya dengan nutrisi dan stimulasi dini.

“Tanpa tidur yang cukup dan berkualitas, anak tidak hanya mengalami hambatan fisik, tetapi juga kesulitan mengontrol emosi, belajar, dan membangun hubungan sosial. Semua ini dapat berdampak jangka panjang pada kehidupan mereka,” tuturnya. 

Mengabaikan detail kamar seperti cahaya kamar, paparan gawai, atau perlindungan dari gangguan serangga berarti mengabaikan aspek penting dalam mendukung tumbuh kembang optimal anak.

"Setiap malam yang tenang dan bebas gangguan bisa menciptakan generasi yang lebih sehat, lebih cerdas, dan siap menghadapi masa depan," pungkas Yuni.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense