RM.id Rakyat Merdeka - "Sobat, aku sungguh tak mengerti. Semua ini bisa terjadi. Setelah perkenalan itu, aku terhanyut. Aku sebenar-benarnya tak kuasa. Mendambakannya. Merindukannya..," begitu petikan Sobat, lagu top era 2000-an, yang dilantunkan oleh Satriyo Yudi Wahono alias Piyu.
Pentolan PADI Reborn tersebut hadir khusus dalam '25 Years Reunion Nocengers SMA 67 Jakarta', pada Minggu (25/5/2025).
Selain Sobat, Piyu dan petikan gitar khasnya juga menampilkan Harmoni, Semua Tak Sama, dan Kasih Tak Sampai.
Baca juga : Tiket Ludes, 20 Ribu Orang Siap Ramaikan Digiland Run 2025
"Sobat itu kisah nyata. Saat sahabatku hendak pergi, dia menitipkan pacarnya. Ternyata aku tidak bisa sekadar menjaganya," senyum Piyu, yang langsung disambut gelak ratusan murid IPA dan IPS Angkatan 2000.
Diketahui, Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 67 adalah salah satu sekolah unggulan di Ibu Kota. Bukan hanya prestasi akademik dan agama. Bertempat di Jalan Skuadron, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, sekolah itu juga aman dan asri. Posisinya tak jauh dari salah satu ujung runway bandara yang kembali komersil itu.
Sejak berdiri pada 1978, Namju (Enam Tujuh) juga telah banyak menghasilkan lulusan yang sukses di bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, dan hiburan. Sebut saja di Angkatan 2000. Di antaranya ada Daly Saputra (Owner Pesantren Kafila International Islamic School), Kongko Bangun Pambudi (Leader Band Electric Cadillac), Mamit Setiawan (Corsec PLN Energi Primer Indonesia), dan Cipta Utama Putra Ismaya (dokter Obygn kondang).
Baca juga : Beli Kembali Mobil Yang Hilang Dicuri
Selain ajang reuni alumnus Namju Angkatan 2000, acara tersebut juga memberikan apresiasi kepada pihak sekolah. Para guru lintas mata ajar yang berjasa besar, ikut datang dengan bersuka cita.
"Hari ini, kami ikut sangat berbahagia. Memori kembali ke masa lalu. Semoga alumnus angkatan ini, dan lainnya bisa terus berpartisipasi serta membantu sekolah kita lebih baik lagi. Silaturahmi seperti ini sangat diperlukan, baik oleh sekolah, orang tua murid dan juga para alumni," kata Dede Tisna Supena, sang guru Bahasa Inggris.
Adapun panitia penyelenggara memberikan plakat penghargaan kepada guru, doorprize, dan menggelar games. "Semoga silaturahmi ini memberikan kita inspirasi. Mengingatkan pentingnya kita berkomunikasi, berdoa, dan berbakti. Dimana, kapan, dan kepada siapa saja," ucap Nika Atikah, salah satu panitia dan siswi Ikan Sepat (Ikatan Anak Sosial Empat).
Baca juga : Petani Jangan Dirugikan
"Acara ini keren banget. Semua masih awet muda dan sudah sukses luar biasa. Sampai jumpa lagi di Reuni Emas," sahut Evrin Harahap, yang dulu badung, kini seorang penegak hukum.
Haru biru seragam putih abu-abu kerap mengingatkan akan lagu dan sinetron Kisah Kasih Di Sekolah. Ternyata Marshanda benar, dan nggak gila!
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.