Dark/Light Mode

Kurangi Sampah Di Pasar, Menteri LH Dukung Budidaya Maggot

Sabtu, 15 Maret 2025 19:30 WIB
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Hanif Faisol Nurofiq melihat budidaya maggot di area belakang Pasar Bauntung Banjarbaru, Sabtu (15/3/2025). (Foto: ANTARA/Firman)
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Hanif Faisol Nurofiq melihat budidaya maggot di area belakang Pasar Bauntung Banjarbaru, Sabtu (15/3/2025). (Foto: ANTARA/Firman)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Hanif Faisol Nurofiq mengapresiasi, inovasi budidaya maggot di Pasar Bauntung, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, sebagai solusi dalam mengatasi permasalahan sampah organik.

“Ini tentu sebuah inovasi yang patut diapresiasi,” ujar Hanif saat meninjau pasar tersebut seperti dikutip dari Antara, Sabtu (15/3/2025).

Menurut Hanif, maggot jenis Black Soldier Fly (BSF) merupakan metode efektif dalam mengolah sampah organik, mengingat larva lalat ini mampu mengonsumsi sisa makanan, sayuran, dan buah-buahan dengan kapasitas dua hingga lima kali bobot tubuhnya. Selain itu, maggot BSF juga memiliki nilai ekonomi tinggi karena dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

Baca juga : Kedubes Jepang Lepas 55 Penerima Beasiswa Monbukagakusho 2025

Selain inovasi maggot, Pasar Bauntung yang berlokasi di Jalan RO Ulin, Kelurahan Loktabat Selatan, Kecamatan Banjarbaru Selatan, juga memiliki fasilitas Bank Sampah untuk mengelola sampah non-organik. Hanif menilai langkah ini sebagai bentuk kesadaran lingkungan yang harus terus dijaga dan ditingkatkan.

“Proses pemilahan sampahnya bisa dioptimalisasi lagi,” pesannya.

Dalam kesempatan tersebut, Hanif juga menyoroti tingginya produksi sampah dari sektor pasar tradisional yang mencapai 12,19 persen dari total 56,63 juta ton sampah per tahun di Indonesia.

Baca juga : Perangi Mafia Migas, Menteri Bahlil Minta Doa dan Dukungan Ulama Tebuireng

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah telah menggulirkan Gerakan Nasional Membersihkan Pasar Nusantara (Gernas Mapan). Program ini merupakan inisiatif bersama antara Kementerian Perdagangan (Mendag) dan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) untuk menciptakan pasar tradisional yang bersih, sehat, dan nyaman bagi pedagang serta pembeli.

Sementara itu, Kepala UPT Pengelola Pasar Banjarbaru, Abdul Malik Ibrahim, menjelaskan bahwa Pasar Bauntung saat ini ditempati 881 pedagang aktif dari total 1.088 lapak yang tersedia. Dalam pengelolaan kebersihan, pasar ini mengerahkan 25 petugas kebersihan yang bekerja setiap hari selama jam operasional.

“Kami menyediakan lima warna bak sampah untuk pedagang agar pemilahan sampah lebih mudah, serta ember kecil di setiap toko untuk mengumpulkan sampah sementara sebelum diambil petugas,” jelasnya.

Baca juga : Peringati Hari Musik, Menekraf Dorong Ekosistem Musik Yang Lebih Maju

Dengan upaya ini, diharapkan pengelolaan sampah di Pasar Bauntung semakin optimal, sehingga dapat menjadi contoh bagi pasar tradisional lainnya dalam menerapkan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.