RM.id Rakyat Merdeka - Menjelang akhir tahun, layar ponsel dibanjiri berbagai penawaran dari flash sale, potongan harga, hingga notifikasi promo di berbagai aplikasi.
Di balik euforia belanja ini, banyak konsumen justru merasa kewalahan oleh volume pesan promosi yang datang bersamaan.
Tantangan bagi brand kini bukan hanya tampil menonjol, tetapi bagaimana menjadi relevan dan berguna di tengah disrupsi informasi tersebut.
Di periode yang sama, intensi belanja konsumen meningkat tajam, didorong oleh bonus akhir tahun, liburan, dan dorongan emosional untuk berbelanja bagi diri sendiri maupun keluarga.
Baca juga : Generasi Muda Jadi Tulang Punggung Diplomasi Publik Indonesia
Artinya, peluang besar sering kali hilang bukan karena kurangnya promosi, tapi karena pesan tidak sampai dengan konteks yang tepat.
“Keunggulan kompetitif hari ini bukan lagi soal seberapa sering brand berbicara, tetapi seberapa cerdas mereka mendengarkan. Dengan dukungan teknologi komunikasi yang terintegrasi, brand dapat menempatkan setiap pesan dalam konteks yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan.” ujar Rizka Tunnisa, Chief Business Officer Sprint Asia Technology, perusahaan penyedia infrastruktur digital untuk bisnis dalam keterangannya, Selasa (11/11/2025).
Rizka menambahkan, di tengah banyaknya kanal komunikasi, mulai dari media sosial, email, chat hingga SMS, banyak pesan kehilangan konteks karena tidak tepat sasaran. Konsumen bisa menerima tawaran yang sama berkali-kali, atau malah mendapat promosi yang sudah tidak relevan.
Hal ini menurunkan efektivitas campaign sekaligus mengganggu pengalaman pelanggan.
Baca juga : Keluarga Jadi Kunci, Ruang Tumbuh Gelar Family Well-Being Festival 2025
Menurutnya, kini banyak brand mulai mengadopsi pendekatan omnichannel communication, yakni strategi yang menyatukan seluruh interaksi pelanggan lintas kanal ke dalam satu alur komunikasi terpadu.
"Dengan memanfaatkan sistem pengiriman pesan cerdas dan analisis perilaku, brand dapat menyesuaikan waktu, format, dan isi pesan sesuai kebiasaan pengguna," ujar Rizka.
Hasilnya, promosi tidak lagi dianggap gangguan, tetapi hadir sebagai rekomendasi yang relevan dan membantu.
Di tengah dinamika perilaku konsumen yang makin kompleks, kemampuan brand untuk menjaga konsistensi dan relevansi pesan di berbagai kanal menjadi faktor pembeda utama.
Baca juga : Pramono Hadapi Ujian Tahunan
Tidak cukup hanya hadir di banyak platform, brand juga perlu memastikan bahwa setiap interaksi memiliki konteks yang nyambung dan saling memperkuat. Ketika komunikasi di media sosial, chat, email, dan pesan langsung dapat bekerja selaras, pengalaman pelanggan terasa lebih alami dan berkesinambungan.
Rizka menambahkan, di era saat ini, komunikasi efektif bisa lahir dari keterhubungan berbagai kanal dan kolaborasi antar-teknologi.
Setiap kanal punya kekuatan masing-masing, tapi nilai sesungguhnya muncul ketika semuanya saling terhubung dan berbicara dengan satu suara.
"Teknologi berperan, bukan untuk menggantikan manusia, tapi untuk memastikan setiap pesan punya konteks, kesinambungan, dan makna.” pungkas Rizka.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.