Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Banjir Menerjang, Pohon Tumbang
Pramono Hadapi Ujian Tahunan
Minggu, 2 November 2025 07:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ujian tahunan bagi Pemerintah Provinsi Jakarta datang lagi. Intensitas hujan yang tinggi, membuat sejumlah wilayah di Jakarta diterjang banjir, pohon tumbang, dan macet horor di mana-mana. Gubernur Jakarta Pramono Anung mengaku sudah punya jurus hadapi ujian tahunan itu.
Hujan berintensitas tinggi disertai angin kencang mengguyur Ibu Kota, Kamis (30/10/2025) malam. Akibatnya, 33 RT di Jakarta Selatan terendam banjir dengan ketinggian air antara 30 sampai 150 sentimeter. Kawasan Mampang, Bangka, Pela Mampang, hingga Kuningan Barat jadi langganan.
Di Kelurahan Bangka, ketinggian air mencapai 110 sentimeter akibat luapan Kali Mampang. Sementara di Kelurahan Kuningan Barat, ada 11 RT terendam. Di Pela Mampang 10 RT, Duren Tiga 5 RT, Pejaten Barat 1 RT, dan Jati Padang 5 RT.
Baca juga : Irma Suryani Chaniago: Kebaikannya Tidak Boleh Dikesampingkan
BPBD Jakarta mencatat, puluhan warga mengungsi. Sebanyak 30 jiwa bertahan di Mushola Al Hinayah, Pejaten Barat, dan 10 jiwa di Masjid Al Ridwan.
Bukan cuma air yang jadi ancaman, tapi juga pohon tumbang. Di kawasan Dharmawangsa Raya, Kebayoran Baru, pohon rengas besar roboh menimpa lima mobil sekaligus, Kamis (30/10/2025) sore. Satu orang tewas akibat tertimpa batang besar.
“Korban meninggal saat tiba di Rumah Sakit Pusat Pertamina,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan.
Baca juga : Ardi Manto Adiputra: Penghianatan Pada Semangat Reformasi
Pohon tumbang juga terjadi di depan Pintu 11 Gelora Bung Karno (GBK), Jumat (31/10/2025). Jalan sempat tersisa satu lajur, membuat macet panjang. Sebelumnya, kejadian serupa menimpa Pondok Indah, yang menewaskan pengemudi mobil mewah Toyota Lexus.
Di waktu bersamaan, kemacetan parah melanda seluruh penjuru kota. Kawasan Kemang, MT Haryono, hingga Lingkar Luar Cengkareng lumpuh total. Mobil nyaris tak bergerak. Warga yang pulang kerja harus berjibaku dengan genangan dan antrian panjang kendaraan.
Menghadapi situasi ini, Gubernur Pramono turun tangan. Ia memerintahkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) selama 25 hari ke depan bekerja sama dengan BMKG dan BNPB.
Baca juga : 2 Juta Anak Kena Gangguan Mental
“Kami akan menekan curah hujan yang kini di atas 150–200 milimeter. Dalam 25 hari ke depan akan ada cuaca ekstrem. Ini langkah pencegahannya,” ujar Pramono, Jumat (31/10/2025).
Mas Pram, begitu ia disapa, juga memerintahkan seluruh pasukan pelangi. Mulai dari Dinas Pertamanan, Satpol PP, Dinas Sumber Daya Air, Gulkarmat, hingga Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) untuk turun ke lapangan. “Semua kami kerahkan. Kami juga akan rutin memberikan informasi cuaca melalui kanal resmi pemerintah,” tegasnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya