BREAKING NEWS
 

Uniqlo Donasikan Bantuan Lewat Displacement Film Fund

Reporter : MERRY APRIYANI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Kamis, 26 Februari 2026 08:04 WIB
Uniqlo menggelaar Program Displacement Film Fund (DFF). (Foto: Dok. Uniqlo)

RM.id  Rakyat Merdeka - Uniqlo kembali menegaskan komitmennya terhadap isu kemanusiaan global. Lewat Displacement Film Fund (DFF), brand ritel asal Jepang itu mendonasikan kurang lebih Rp 1,7 miliar untuk putaran kedua program hibah film pendek pada 2026.

Langkah ini bukan sekadar donasi. Uniqlo ingin menyuarakan kisah para pengungsi melalui medium yang kuat dan menyentuh yakni film.

“Perpindahan paksa adalah salah satu tantangan terbesar umat manusia. Kita berisiko menyingkirkan kisah mereka dari layar dan perhatian dunia. Saya senang DFF melangkah ke putaran kedua,” ujar aktris sekaligus Duta Kehormatan Global UNHCR, Cate Blanchett.

Film-film hasil dukungan dana ini bahkan sudah mencuri perhatian dunia lewat penayangan perdana di International Film Festival Rotterdam (IFFR) ke-55.

Deretan film pertama yang didukung DFF resmi tayang pada 30 Januari 2026 di IFFR.

Baca juga : Jamkrindo Salurkan 21 Unit Hunian Sementara di Aceh

Dalam konferensi pers menjelang pemutaran, aktris mengumumkan dimulainya putaran kedua program tersebut.

Pada tahun perdananya, DFF memberikan hibah kepada lima pembuat film yang terdampak perpindahan paksa. Karya mereka ditayangkan perdana di IFFR 2026 dan mendapat sambutan meriah dari penonton.

Berikut daftar film yang mencuri perhatian yakni Allies in Exile yang mengisahkan dua sineas Suriah yang hidup di hotel suaka di Inggris. Dari perang hingga birokrasi suaka, kamera menjadi alat bertahan hidup.

Kedua, Rotation. Ritual hipnosis terapeutik seorang perempuan Ukraina yang beralih dari kehidupan sipil ke dinas militer di tengah konflik.

Adsense

Ketiga, Sense of Waterm, yaitu pergulatan seorang penulis di pengasingan yang harus menemukan kembali bahasa dan makna untuk bisa menulis lagi.

Baca juga : Laporan UOB: Kenaikan Inflasi Januari Bersifat Sementara

Keempat, Super Afghan Gym. Potret sekelompok ibu rumah tangga Kabul yang berolahraga di balik pintu tertutup, berbagi cerita tentang tubuh dan kehidupan mereka.

Kelima, Whispers of a Burning Scent. Drama seorang pemusik pernikahan yang terseret ke ruang sidang dan sorotan publik, terjebak antara martabat dan kehilangan.

Film-film ini tak sekadar karya sinema. Mereka adalah jendela yang memperlihatkan realitas pahit, harapan, dan daya juang para pengungsi.

Group Senior Executive Officer Fast Retailing Koji Yanai menegaskan bahwa dukungan terhadap pengungsi bukan hal baru bagi Uniqlo.

“Selama lebih dari 20 tahun kami mendukung pengungsi. Film punya kekuatan mengubah kesadaran,” ujar Koji dalam keterangannya, Kamis (26/22026).

Baca juga : Leeds United Vs Arsenal, Ujian Berat Pemuncak Klasemen di Elland Road

Sejak 2001, Fast Retailing Group telah aktif menyalurkan bantuan kemanusiaan, mulai dari donasi jaket untuk pengungsi Afghanistan, kemitraan global dengan UNHCR, mempekerjakan pengungsi di toko-toko Uniqlo hingga proyek Peace For All yang telah menjual lebih dari 7 juta kaus amal dengan donasi miliaran yen.

Pada 2024, Uniqlo juga meluncurkan program The Heart of LifeWear dengan target mendonasikan satu juta produk HEATTECH bagi masyarakat yang membutuhkan di seluruh dunia.

Displacement Film Fund dibentuk untuk mendukung sineas yang terdampak perpindahan paksa atau yang konsisten mengangkat kisah autentik tentang pengungsian.

Program ini pertama kali diumumkan di IFFR 2025 oleh Cate Blanchett bersama Hubert Bals Fund. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense