RM.id Rakyat Merdeka - Sebanyak 71 orang dari berbagai latar belakang profesi mengikuti Uji Kompetensi Hipnoterapis Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) RI yang digelar oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Kompeten Hipnotis Indonesia (LSP KHI) melalui Tempat Uji Kompetensi (TUK) Indonesian Hypnosis Centre (IHC) di sejumlah daerah di Indonesia.
Peserta berasal dari beragam profesi, mulai dari dokter, psikolog klinis, dosen, guru, tokoh agama, hingga ibu rumah tangga.
Salah satu pelaksanaan uji kompetensi berlangsung di Hotel Asyana Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (24/5/2026), dengan asesor penguji I Dewa Gede Sayang Adi Yadnya, yang juga dikenal sebagai pemerhati pendidikan kesehatan mental anak dan remaja di Indonesia.
Menurut Dewa, kegiatan tersebut bukan sekadar proses administratif untuk memperoleh sertifikat, tetapi bagian dari upaya menghadirkan standar profesional bagi praktisi hipnoterapi di Indonesia.
"Ini bukan sekadar mengejar sertifikat, tetapi memperjuangkan pengakuan resmi negara terhadap profesi Hipnoterapis sekaligus melindungi masyarakat untuk bisa dilayani oleh praktisi yang legal, profesional, dan kompeten," ujar Dewa.
Baca juga : Kebutuhan Digital PR Meningkat, 20 Profesional Ikuti Uji Kompetensi Nasional
Ia menjelaskan, Indonesia saat ini menghadapi dua krisis kesehatan mental yang saling berkaitan.
Di satu sisi, prevalensi gangguan mental pada anak dan remaja terus meningkat, sementara di sisi lain jumlah tenaga kesehatan jiwa dan fasilitas layanan masih sangat terbatas.
Kondisi tersebut, kata Dewa, diperburuk oleh stigma sosial terhadap gangguan mental serta mahalnya biaya layanan kesehatan jiwa.
"Jutaan anak Indonesia tumbuh dengan gangguan yang tidak tertangani, dengan dampak jangka panjang yang serius bagi generasi mendatang," ungkap Dewa.
Ia juga menyoroti minimnya jumlah tenaga profesional kesehatan jiwa di Indonesia. Berdasarkan data Konferensi Ilmiah Tahunan Kesehatan Jiwa Universitas Indonesia pada Juli 2024, Indonesia hanya memiliki 1.053 psikiater.
Baca juga : Barcelona Uji Konsistensi di Reale Arena, Real Sociedad Jadi Batu Sandungan
Sementara itu, data resmi Ikatan Psikolog Klinis Indonesia per 2024 mencatat terdapat 4.109 psikolog klinis, dengan anggota aktif sebanyak 3.067 orang.
Menurut Dewa, jumlah tersebut masih jauh dari ideal dibandingkan besarnya populasi Indonesia, terutama dalam pelayanan kesehatan mental anak dan remaja di lingkungan sekolah.
Ia menyebut, satu guru bimbingan dan konseling (BK) saat ini kerap harus menangani 500 hingga 1.000 siswa, jauh di atas rasio ideal.
"Kondisi guru BK kita jauh di atas angka ideal 150 siswa per guru. Sementara itu, sebagian besar guru BK tidak memiliki kompetensi terapi yang memadai. Kompetensi hipnoterapis profesional akan memampukan mereka untuk lebih berdaya," tandasnya.
Sementara itu, Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi Kompeten Hipnotis Indonesia, Riswan Ekananta, mengatakan bahwa sejak berdiri lima tahun lalu, lembaganya telah menyertifikasi dua skema kompetensi kerja, yakni Juru Hipnotis dan Hipnoterapis.
Baca juga : Siap Cetak SDM Profesional, BSI Implementasi Program Magang Nasional
Pada 2026, LSP KHI disebut siap memperluas cakupan uji kompetensi menjadi empat skema.
"Terkini, tahun 2026 organisasi profesi Perkumpulan Komunitas Hipnotis Indonesia (PKHI) memberikan amanah baru kepada LSP KHI untuk mengawal empat skema kompetensi. Adapun dua skema terbaru yaitu Hipnoterapis Klinis dan Instruktur Hipnosis," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.