Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kebutuhan Digital PR Meningkat, 20 Profesional Ikuti Uji Kompetensi Nasional
Sabtu, 11 April 2026 22:16 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kebutuhan tenaga Digital Public Relations (PR) terus meningkat seiring percepatan arus komunikasi di ruang digital. Menjawab tantangan tersebut, Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak 3 Profesional Komunikasi Informasi atau LSP P3 PROKI menggelar uji kompetensi nasional yang diikuti 20 profesional dari berbagai sektor.
Uji kompetensi berlangsung menggunakan skema Junior Strategi Digital Public Relations yang mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia.
Direktur LSP P3 PROKI, Dewi Sad Tanti, mengatakan bahwa sertifikasi menjadi alat ukur kemampuan yang jelas dan dapat diuji.
Baca juga : Prabowo Serius Kurangi Konsumsi BBM Nasional
“Kami memastikan setiap asesi yang direkomendasikan kompeten benar-benar memiliki kemampuan sesuai kebutuhan industri. Ini penting untuk menjaga kualitas dan kepercayaan publik,” ujarnya, di Tempat Uji Kompetensi Sewaktu, Universitas Mercu Buana, Jakarta Selatan, Jumat (10/4/2026).
Peserta uji kompetensi berasal dari kalangan profesional industri, akademisi, hingga tenaga ahli dengan pengalaman kerja lebih dari tiga tahun. Hal ini menunjukkan kebutuhan kompetensi Digital PR kini semakin luas dan tidak hanya terbatas pada praktisi komunikasi.
Dalam prosesnya, asesor menilai kemampuan peserta secara menyeluruh. Penilaian mencakup penyusunan strategi komunikasi digital, pengelolaan konten, hingga pengukuran efektivitas kampanye. Seluruh proses berbasis portofolio dan bukti kerja yang relevan dengan praktik di lapangan.
Baca juga : PHR Kembangkan Migas Non Konvensional untuk Ketahanan Energi Nasional
Dewan Pengarah LSP P3 PROKI, Pitoyo, menilai bahwa dunia kerja membutuhkan bukti kemampuan yang terstandar. Sertifikasi dinilai menjadi penghubung antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri.
“Kita tidak bisa hanya mengandalkan ijazah. Dunia kerja membutuhkan bukti kompetensi. Uji kompetensi menjadi mekanisme untuk memastikan keterkaitan antara pendidikan dan kebutuhan industri,” katanya.
Hasil asesmen selanjutnya akan dibahas dalam rapat pleno asesor sebelum diajukan ke Badan Nasional Sertifikasi Profesi untuk proses penerbitan sertifikat kompetensi.
Baca juga : Pemerintah Buka Peluang Industri Energi Nasional
Melalui uji kompetensi ini, standar keahlian Digital Public Relations diarahkan menjadi lebih terukur. Sertifikasi menjadi acuan bagi dunia kerja untuk memastikan tenaga profesional siap menghadapi tuntutan komunikasi digital yang terus berkembang.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya