BREAKING NEWS
 

Marathon Disebut Berisiko bagi Jantung, Benarkah? Simak Kata Ahli

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Selasa, 16 Juni 2026 13:34 WIB
Ilustrasi event marathon (Foto: Pexels)

RM.id  Rakyat Merdeka - Half marathon dan full marathon kini telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban. Tak hanya menawarkan tantangan fisik, ajang lari jarak jauh ini juga menghadirkan ruang untuk membangun komunitas dan merayakan pencapaian pribadi. Tak heran, media sosial kian marak dipenuhi foto medali, video di garis finish, hingga cerita perjuangan para pelari dalam menyiapkan diri mengikuti event tersebut.

Tapi, tahukah Anda, event lari ini sebetulnya berpotensi meningkatkan risiko gangguan irama jantung?

Dokter Spesialis Jantung Konsultan Kardiologi Intervensi, Dr. Bobby Arfhan Anwar SpJP (K) mengatakan, hal itu bisa terjadi lantaran hormon adrenaline akan meningkat pesat, saat seseorang berlari sekian lama dengan frekuensi jantung yang tinggi. 

"Pada orang yang berbakat mengalami gangguan irama jantung, peningkatan ini bisa memunculkan gangguan irama jantung ringan-berat. Dari premature contraction sampai atrial fibrilasi lanjut," jelas Bobby via Threads, Selasa (16/6/2026).

Baca juga : Nama Disebut di Sidang Bea Cukai, Ini Klarifikasi Raffi Ahmad

Selama lari, keringat pastinya akan banyak keluar. Dalam keringat, terdapat elektrolit yang terbuang.

Jika tidak cepat diganti dan kadarnya dibiarkan makin rendah, kekurangan elektrolit seperti natrium dan kalium dapat menyebabkan gangguan irama jantung. Mengingat kelistrikan jantung sensitif dengan naik dan turunnya elektrolit tubuh kita.

"Selain itu, dehidrasi yang tidak dibarengi rehidrasi, juga bisa memperberat kerja jantung," ujar Bobby.

Adsense

Sementara pada orang yang rutin melakukan olah raga endurance (level atlet), marathon bisa mengakibatkan perubahan struktur pada jantung seperti pembesaran dan fibrosis atrium. Atrium kanan merupakan lokasi sel pacu jantung penentu irama jantung seseorang.

Berbahayakah Marathon?

Baca juga : Marah Digugat Cerai, Pria Hancurkan Rumah

Menurut Bobby, marathon tidak berbahaya pada kebanyakan orang. Dia bilang, gangguan irama jantung hanya terjadi pada sebagian kecil orang. Mayoritas lainnya baik-baik saja.

"Masalahnya, kita tidak pernah tahu, apakah kita pribadi masuk ke bagian kecil atau bagian besar," ujarnya. 

Bagaimana Mengenali Risiko? 

Untuk mengenali dan memitigasi risiko gangguan irama jantung saat mengikuti event marathon, Bobby menyarankan peserta lari melakukan hal-hal sebagai berikut:

1. Medical Check Up

Wajib melakukan medical check up sebelum mengikuti event marathon. Cek tekanan darah, kadar gula darah, EKG dasar, test treadmill (direkomendasikan CPET) dan echocardiography di antara pemeriksaan yg dianjurkan sebelum mengikuti event.

2. Cukup Latihan

Baca juga : GEM Salurkan 4 Sapi Kurban untuk Warga dan Karyawan di Morowali

Hanya mengikuti event setelah mengikuti latihan yang benar-benar cukup. Idealnya, jangan coba-coba ikut marathon, tanpa pernah belajar dan mendapatkan bimbingan profesional.

3. Dengarkan Alarm Tubuh

Dengarkan alarm tubuh sendiri saat berlari. Jika ada rasa sakit dada, sesak yang berat, berdebar-debar, atau rasa mau pingsan, segera hentikan lomba dan minta bantuan medis.

"Event masih banyak, tapi kesehatan kita cuma satu," kata Bobby.

4. Jangan Lupa Minum Obat Rutin

Jangan lupa minum obat rutin seperti obat hipertensi, diabetes dan sakit kronis lainnya sebelum mengikuti event. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense