BREAKING NEWS
 

Tambah Pasukan Engineer, Google Could Percepat Adopsi AI

Reporter : MERRY APRIYANI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Jumat, 17 Juli 2026 08:52 WIB
Country Director Google Cloud Indonesia Karim Siregar.(Foto: Dok. Google Cloud)

RM.id  Rakyat Merdeka - Google Cloud mendorong perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk mempercepat penerapan kecerdasan buatan (Artificial Inttelifence/AI) dari tahap uji coba menuju implementasi berskala besar.

Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan dunia usaha terhadap teknologi AI yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus efisiensi bisnis.

Komitmen tersebut disampaikan Country Director Google Cloud Indonesia, Karim Siregar, dalam ajang Indonesia Leaders' Connect 2026.

Menurutnya, saat ini transformasi perusahaan telah bergeser dari strategi cloud first menjadi AI ready, sehingga dibutuhkan infrastruktur yang mampu menjalankan beban kerja AI secara aman dan efisien.

"Di era agentic AI, salah satu tolak ukur penting adalah kemampuan menghadirkan solusi dalam skala Indonesia yang sesungguhnya. Google Cloud membantu perusahaan memodernisasi sistem lama, mengelola biaya AI secara lebih terukur, hingga membawa AI dari tahap eksperimen ke lingkungan produksi dengan hasil bisnis yang nyata," ujar Karim dalam keterangannya, Jumat (17/7/2026).

Baca juga : Pramono Pastikan Segera Cukur Kabel Semrawut di Jakarta

Google Cloud juga menyoroti sejumlah perusahaan di Indonesia yang mulai merasakan manfaat penerapan AI.

Di sektor media, Emtek Group memanfaatkan platform produksi berbasis AI, VidioGen, untuk mendukung proses pembuatan konten.

Teknologi tersebut disebut mampu memangkas waktu dan biaya pengembangan serial New Keluarga Somat hingga 30 persen, tanpa mengurangi kualitas kreativitas yang tetap dikendalikan manusia.

Adsense

Sementara itu, Indosat menggunakan AI untuk meningkatkan pengalaman pelanggan dan pengelolaan jaringan.

Dalam waktu 90 hari, perusahaan berhasil menekan angka pelanggan yang berhenti berlangganan hingga 50 persen, meningkatkan pendapatan rata-rata per pelanggan (ARPU) lebih dari 6 persen, serta mengidentifikasi potensi penghematan sekitar US$ 86,5 juta melalui pengelolaan kapasitas jaringan berbasis AI.

Baca juga : Menteri Maman Siapkan 3 Jurus Percepat Transformasi Usaha Mikro

Di sektor perbankan, AI Agent untuk membantu relationship manager menyusun ringkasan sentimen pasar dan mendukung petugas contact center memberikan informasi produk secara real time kepada nasabah.

Karim menilai peluang terbesar saat ini bukan sekadar mencoba teknologi AI, melainkan mengintegrasikannya ke dalam proses bisnis sehingga menghasilkan dampak yang terukur.

"Peluangnya bukan lagi bereksperimen dengan teknologi baru, tetapi menggunakan AI untuk menyelesaikan masalah nyata di organisasi nyata dengan hasil bisnis yang jelas," katanya.

Untuk mempercepat adopsi AI di Indonesia, Google Cloud juga memperluas tim Forward-Deployed Engineer (FDE).

Tim ini akan ditempatkan langsung di perusahaan pelanggan guna membantu implementasi AI generatif, mulai dari pengembangan agen layanan pelanggan, otomatisasi analisis data, hingga peningkatan efisiensi operasional.

Baca juga : Kapolda Riau Murka ke Cukong Penyebab Abrasi

Karim menegaskan, perusahaan kini tidak lagi mempertanyakan apakah perlu mengadopsi AI generatif, melainkan seberapa cepat teknologi tersebut dapat diterapkan secara aman.

"Dengan menempatkan talenta engineering kami langsung di organisasi pelanggan, kami membantu menghilangkan hambatan adopsi AI sekaligus membangun fondasi alur kerja berbasis AI agentic untuk masa depan bisnis," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense