RM.id Rakyat Merdeka - MRCCC Siloam Semanggi menghadirkan empat teknologi generasi terbaru, yaitu uMI Panvivo PET/CT, Symbia Pro.specta Q3 SPECT/CT, Spectral CT 7500, dan uAngio AVIVA Intelligent Angiography System.
Keempat teknologi tersebut saling melengkapi dalam mendukung seluruh perjalanan penanganan kanker, mulai dari deteksi dini, diagnosis, penentuan stadium penyakit, perencanaan terapi, tindakan intervensi, hingga evaluasi hasil pengobatan.
Chief Executive Officer MRCCC Siloam Semanggi Tries Nainggolan mengatakan, bahwa investasi teknologi bukan semata menghadirkan perangkat terbaru, tetapi merupakan upaya memastikan setiap pasien memperoleh diagnosis dan terapi yang semakin akurat sesuai dengan kondisi penyakitnya.
"Perjalanan pasien kanker dimulai dari diagnosis yang tepat. Semakin akurat informasi yang diperoleh dokter sejak proses diagnosis, semakin besar peluang pasien mendapatkan terapi yang sesuai. Karena itu, kami terus berinvestasi pada teknologi yang mendukung pengambilan keputusan klinis secara lebih presisi agar setiap inovasi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi pasien," ujar Tries Nainggolan dalam keterangannya, Kamis (30/7/2026).
Keempat teknologi terbaru yang dihadirkan MRCCC Siloam Semanggi memiliki peran saling melengkapi dalam mendukung pendekatan precision oncology.
uMI Panvivo PET/CT merupakan modalitas pencitraan molekuler berperforma tinggi yang memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk menghasilkan kualitas gambar yang lebih jelas dan detail.
Baca juga : PRO AVL Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Inovasi Teknologi Kelas Dunia
Teknologi ini membantu dokter mendeteksi lesi berukuran kecil, menentukan stadium penyakit secara lebih akurat, serta memantau respons pasien terhadap terapi.
Hospital Director MRCCC Siloam Semanggi, dr. Adityawati Ganggaiswari, mengatakan, kehadiran uMI Panvivo PET/CT menjadi langkah penting dalam memperkuat layanan precision oncology di MRCCC Siloam Semanggi.
"Selain menghasilkan pencitraan berkualitas tinggi, uMi Panvivo PET/CT mendukung proses pemeriksaan yang lebih efisien melalui waktu pemindaian yang lebih singkat, sehingga pasien dapat menjalani pemeriksaan dengan lebih nyaman," ujar Adityawati.
Sementara itu, Symbia Pro.specta SPECT/CT menggabungkan teknologi Single-Photon Emission Computed Tomography (SPECT) dan Computed Tomography (CT) untuk melengkapi pelayanan kedokteran nuklir.
Teknologi ini memungkinkan dokter memberikan gambaran yang lebih menyeluruh, mengevaluasi fungsi organ, mendeteksi penyebaran penyakit, serta mendukung pengambilan keputusan klinis.
Berbeda dengan CT scanner konvensional yang terutama menampilkan struktur anatomi, Spectral CT 7500 menggunakan teknologi spectral imaging untuk menganalisis karakteristik dan komposisi jaringan secara lebih mendalam.
Baca juga : Dedikasi Mantri BRI Hadirkan Akses Perbankan Bagi Warga Pegunungan Toraja Utara
Kemampuan ini memungkinkan dokter membedakan jaringan normal dan jaringan yang dicurigai sebagai kanker dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi, sehingga mendukung penegakan diagnosis, penentuan stadium penyakit, serta penyusunan strategi terapi yang lebih tepat sesuai karakteristik penyakit.
Kehadiran teknologi intervensi juga menjadi semakin penting karena pasien kanker memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit kardiovaskular.
Sebuah studi Johns Hopkins University (2020) menunjukkan bahwa penyintas kanker memiliki risiko 42 persen lebih tinggi mengalami penyakit kardiovaskular dan 59 persen lebih tinggi mengalami gagal jantung dibandingkan populasi tanpa riwayat kanker.
Adityawati menambahkan, bahwa layanan kanker modern tidak hanya berfokus pada pengobatan kanker, tetapi juga pada penanganan kondisi penyakit penyerta yang dapat memengaruhi keberhasilan terapi.
"Untuk memastikan pasien mendapatkan penanganan yang menyeluruh, MRCCC Siloam Semanggi juga memperkuat layanan intervensi melalui uAngio AVIVA Intelligent Angiography System," ujarnya
Adityawati menambahkan, teknologi ini mendukung berbagai prosedur secara lebih presisi sehingga pasien dapat memperoleh penanganan yang lebih aman dan komprehensif.
Baca juga : LPS Siapkan 3 Skenario Aktivasi PPP Dukung Perlindungan Pemegang Polis
uAngio AVIVA Intelligent Angiography System mendukung berbagai tindakan minimal invasif, baik untuk penanganan penyakit jantung maupun prosedur yang menunjang terapi kanker, seperti pemasangan akses vaskular, biopsi berbasis pencitraan, dan embolisasi.
Dengan dukungan AI, sistem ini meningkatkan akurasi visualisasi selama prosedur, membantu efisiensi tindakan, serta membantu mengurangi paparan radiasi bagi pasien maupun tenaga medis.
Lebih lanjut Tries Nainggolan menegaskan, bahwa teknologi tidak menggantikan peran tenaga medis, melainkan memperkuat kemampuan dokter dalam mengambil keputusan klinis yang lebih tepat.
Ia menambahkan, teknologi merupakan alat bantu bagi dokter untuk memperoleh informasi yang lebih lengkap dan akurat.
"Ketika inovasi dipadukan dengan kompetensi tenaga kesehatan dan kolaborasi multidisiplin, pasien memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh diagnosis yang tepat dan penanganan lebih optimal," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.