RM.id Rakyat Merdeka - Masalah rambut rontok selama ini kerap dikaitkan dengan kondisi batang rambut. Padahal, kulit kepala juga menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan. Pendekatan tersebut kini mulai didorong melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk membantu masyarakat mengenali kondisi kulit kepala dan rambut sejak dini.
Hal ini menjadi salah satu bahasan dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) XXI Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) di Yogyakarta.
Dalam agenda tersebut, Dove Hairfall Control bersama PERDOSKI Cabang Jakarta memperkenalkan “Dove Scalp + Hair AI Analysis”, platform skrining awal berbasis AI yang dirancang untuk membantu pengguna memahami kondisi kulit kepala dan kerontokan rambut secara lebih personal.
Platform tersebut menggunakan pendekatan self-assessment yang dirancang dan divalidasi oleh dermatolog. Pengguna cukup mengunggah foto close-up kulit kepala sesuai panduan, kemudian menjawab sejumlah pertanyaan mengenai kondisi kulit kepala, pola kerontokan serta faktor yang mungkin menjadi pemicu.
Hasil asesmen kemudian ditampilkan dalam bentuk laporan mengenai kondisi kulit kepala dan rambut, termasuk analisis jenis kulit kepala serta rekomendasi perawatan yang disesuaikan dengan hasil skrining.
Baca juga : Clear Ultra Men Dorong Kesegaran Kulit Kepala & Rambut
Dermatologi Sofiah Lontoh mengatakan, masyarakat masih banyak yang menganggap kerontokan hanya berkaitan dengan batang rambut.
“Banyak masyarakat menganggap rambut rontok semata-mata disebabkan oleh batang rambut yang rapuh sehingga mereka hanya berfokus pada perawatan batang rambut,” ujar Sofiah dalam keteramgannya, Senin (17/8/2026).
Menurut Sofiah, kondisi kulit kepala perlu menjadi perhatian karena setiap orang memiliki karakteristik yang berbeda. Karena itu, pendekatan terhadap masalah rambut rontok juga tidak bisa disamaratakan.
“Diperlukan skrining sejak dini sebagai langkah penting untuk memahami penyebab rambut rontok sehingga masyarakat dapat memilih perawatan yang paling sesuai dan mencegah kondisinya menjadi semakin berat,” katanya.
Peluncuran platform ini dilakukan bertepatan dengan Hair Loss Awareness Month yang diperingati setiap Agustus. Momen tersebut dimanfaatkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kerontokan rambut, termasuk pentingnya mengenali penyebab dan memilih penanganan yang sesuai.
Baca juga : Ketombe Tumbuh Bukan Cuma Gara-gara Jamur, Scalp Barrier Bisa Jadi Penyebabnya
PIT XXI PERDOSKI Yogyakarta sendiri mempertemukan lebih dari 2.000 tenaga medis dari berbagai daerah untuk membahas perkembangan di bidang dermatologi.
Salah satu sesi ilmiahnya membahas pentingnya deteksi dini dan pendekatan personal dalam menangani masalah rambut rontok.
Dove Hairfall Control menyebut platform AI tersebut dapat diakses masyarakat secara daring. Dalam waktu dekat, edukasi mengenai penggunaannya juga akan diperluas melalui kolaborasi dengan Watsons sebagai mitra ritel.
Head of R&D Beauty & Wellbeing Unilever Indonesia Matthew Seal mengatakan, pendekatan perawatan yang dikembangkan Dove Hairfall Control mengusung konsep “From Scalp to Strands”, yakni memperhatikan kondisi kulit kepala hingga batang rambut.
“Solusi rambut rontok perlu lebih personal karena penyebabnya bisa berbeda pada setiap orang,” ujar Seal.
Baca juga : Clear Ultra Men Dorong Kesegaran Kulit Kepala & Rambut
Kehadiran teknologi skrining berbasis AI ini menambah pilihan bagi masyarakat untuk melakukan pemeriksaan awal secara lebih mudah. Namun, hasil skrining tetap menjadi langkah awal dan bukan pengganti pemeriksaan langsung oleh dokter, terutama jika kerontokan berlangsung terus-menerus atau semakin berat.
Bagi Dove Hairfall Control, pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya menggeser cara pandang terhadap rambut rontok, dari sekadar masalah batang rambut menjadi persoalan yang juga perlu dimulai dari kondisi kulit kepala.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.