Dark/Light Mode

Ketombe Tumbuh Bukan Cuma Gara-gara Jamur, Scalp Barrier Bisa Jadi Penyebabnya

Senin, 10 Agustus 2026 20:42 WIB
Head of R&D Beauty & Wellbeing Unilever Indonesia Matthew Seal menyampaikan sejumlah temuan penting dalam CLEAR Scalp Health & Science Research Book di Pertemuan Ilmiah Tahunan XXI Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) di Yogyakarta. (Foto: Dok. Unilever Indonesia)
Head of R&D Beauty & Wellbeing Unilever Indonesia Matthew Seal menyampaikan sejumlah temuan penting dalam CLEAR Scalp Health & Science Research Book di Pertemuan Ilmiah Tahunan XXI Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) di Yogyakarta. (Foto: Dok. Unilever Indonesia)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketombe selama ini kerap dianggap sebagai urusan jamur semata. Tinggal pakai sampo antiketombe, serpihan putih pun diharapkan lenyap. Namun, pandangan tersebut mulai bergeser.

Para dermatolog kini menyoroti satu hal yang tak kalah penting: scalp barrier atau lapisan pelindung alami kulit kepala.

Hal itu mengemuka dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) XXI Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) di Yogyakarta, 6-8 Agustus 2026.

Forum yang diikuti lebih dari 2.000 tenaga medis dari berbagai daerah itu membahas perkembangan terbaru dunia dermatologi, termasuk persoalan ketombe.

Dalam sesi bertajuk Understanding Men's Scalp Vulnerabilities: Sebum, Barrier Strength & Microbiome Imbalance, Dokter Mufqi Handaru Priyanto menjelaskan ketombe ternyata punya persoalan yang lebih kompleks.

“Ketombe tidak hanya dipengaruhi pertumbuhan jamur penyebab ketombe, tetapi juga erat kaitannya dengan kondisi lapisan pelindung alami kulit kepala atau scalp barrier,” ujar Mufqi dalam keterangannya, Senin (10/8/2026).

Baca juga : Kolaborasi Unilever dan Shopee Hadirkan GloUtopia Bidik Creator & Pemburu Promo

Menurutnya, ketika scalp barrier terganggu, kulit kepala menjadi lebih rentan kehilangan kelembapan. Kondisi tersebut bisa memicu rasa gatal, produksi minyak berlebih hingga ketombe yang muncul berulang.

“Pendekatan modern dalam penanganan ketombe tidak lagi hanya berfokus menghilangkan serpihan ketombe, tetapi justru memperkuat scalp barrier untuk mengontrol produksi minyak berlebih dan menjaga kesehatan kulit kepala secara menyeluruh agar ketombe tidak mudah datang kembali,” ujarnya.

Ada fakta menarik lainnya. Kulit kepala pria disebut memiliki kerentanan lebih tinggi terhadap ketombe.

Mufqi memaparkan, setidaknya ada tiga faktor yang berperan. Pertama, hormon androgen yang mendorong produksi minyak lebih tinggi.

Kedua, kandungan ceramide yang lebih rendah sehingga fungsi pelindung kulit kepala cenderung lebih lemah. Ketiga, ketidakseimbangan mikrobioma.

Kondisi biologis tersebut membuat kulit kepala pria membutuhkan pendekatan perawatan yang lebih spesifik.

Baca juga : Demam Piala Dunia, Clear Men Ultra Jangkau 65,7 Juta Penggemar Sepak Bola

Di ajang PIT XXI PERDOSKI, brand perawatan rambut tersebut memperkenalkan pendekatan berbasis scalp barrier sekaligus meluncurkan CLEAR Scalp Health & Science Research Book.

Buku riset tersebut merangkum penelitian lebih dari 50 tahun mengenai kesehatan kulit kepala dengan melibatkan 1.100 dermatolog dari berbagai negara.

Head of R&D Beauty & Wellbeing Unilever Indonesia Matthew Seal mengatakan riset tersebut menjadi pijakan untuk menerjemahkan perkembangan ilmu kesehatan kulit kepala ke dalam inovasi yang lebih mudah digunakan masyarakat.

"Upaya ini adalah bagian dari komitmen jangka panjang CLEAR untuk mendorong inovasi berbasis sains sekaligus meningkatkan literasi kesehatan kulit kepala,” kata Seal.

Dari pendekatan tersebut, CLEAR menghadirkan teknologi ScalpPro Tech™, yang menggabungkan Piroctone Olamine untuk melawan jamur penyebab ketombe dengan Niacinamide yang membantu mengatasi minyak berlebih sekaligus memperkuat fungsi scalp barrier.

Tak berhenti di produk, CLEAR juga memperkenalkan website interaktif yang memungkinkan masyarakat melakukan skrining kondisi scalp barrier secara mandiri.

Baca juga : Molto Dorong Perempuan Maknai Ulang Arti Mahal

Konsumen dapat mengunggah foto kulit kepala dan menjawab sejumlah pertanyaan mengenai kondisi kulit kepala serta gaya hidup.

Bagi CLEAR, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mengubah cara masyarakat memandang ketombe. Bukan lagi sekadar serpihan putih yang harus dibersihkan, melainkan persoalan kesehatan kulit kepala yang perlu ditangani dari akarnya.

“Semoga semakin banyak orang memahami bahwa kulit kepala sehat dimulai dari scalp barrier yang kuat sehingga ketombe dapat dicegah dan ditangani secara lebih efektif,” pungkas Seal. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.