RM.id Rakyat Merdeka - Hujan abu vulkanik dapat meningkatkan risiko saat berkendara karena partikel abu dapat mengganggu jarak pandang serta mengurangi daya cengkeram ban, terutama ketika bercampur dengan air.
PT Astra Honda Motor (AHM) mengimbau pengendara meningkatkan kewaspadaan dan menggunakan perlengkapan tambahan saat harus berkendara di tengah hujan abu. Jika perjalanan tidak mendesak, menunda perjalanan hingga kondisi kembali aman menjadi pilihan yang paling tepat.
Manager Safety Riding PT Astra Honda Motor (AHM) Daniel Aria Sulistya Nugroho mengatakan pengendara perlu memprediksi potensi bahaya sedini mungkin agar dapat melakukan antisipasi sebelum kondisi memburuk.
"Lakukan persiapan sebelum perjalanan, kurangi kecepatan, jaga jarak aman, perhatikan kondisi jalan, dan segera menepi apabila kondisi sudah tidak memungkinkan untuk berkendara dengan aman," ujar Daniel.
Baca juga : 7 Bandara Ditutup Hingga 23.59 WIB, Termasuk Bandara Soetta dan Halim
Ia juga mengingatkan pengendara untuk tetap mengutamakan keselamatan dan tidak memaksakan diri melanjutkan perjalanan ketika hujan abu semakin pekat.
Sebelum berkendara, pengendara disarankan menggunakan helm dengan visor tertutup, masker yang mampu menyaring partikel halus, serta kacamata tambahan untuk melindungi mata dari iritasi akibat paparan abu vulkanik.
Kondisi visor juga perlu diperhatikan karena abu yang menempel dapat mengganggu pandangan. Pengendara sebaiknya tidak membersihkan visor secara sembarangan karena partikel abu yang bersifat abrasif dapat menggores permukaan visor.
Selain perlengkapan keselamatan, kondisi kendaraan perlu dipastikan dalam keadaan baik. Pemeriksaan dapat mencakup tekanan dan kondisi ban, sistem pengereman, lampu utama, lampu belakang, lampu sein, spion, serta kondisi mesin.
Baca juga : Penutupan Bandara Soekarno-Hatta Diperpanjang Hingga 23.59 WIB
Komponen penyaring udara juga perlu mendapat perhatian karena abu vulkanik dapat masuk dan menumpuk pada bagian tersebut. Sebelum berangkat, pengendara disarankan memantau informasi resmi mengenai aktivitas gunung api, arah penyebaran abu, kondisi lalu lintas, serta kemungkinan penutupan jalan.
Saat melewati kawasan yang terdampak hujan abu, pengendara perlu mengurangi kecepatan dan menghindari manuver secara tiba-tiba. Abu yang menutupi permukaan jalan, terutama saat bercampur dengan air, dapat membuat jalan lebih licin dan mengurangi daya cengkeram ban.
Pengendara juga perlu menjaga jarak aman lebih jauh dengan kendaraan di depan untuk memberikan waktu reaksi yang cukup apabila terjadi perubahan kondisi lalu lintas.
Apabila hujan abu dan asap semakin pekat hingga jarak pandang sangat terbatas, pengendara sebaiknya tidak memaksakan diri melanjutkan perjalanan. Kurangi kecepatan secara bertahap, nyalakan lampu utama, jaga jarak dengan kendaraan lain, kemudian cari tempat yang aman untuk menepi.
Baca juga : Ditlantas Polda Metro Bagikan 10.000 Masker di Seluruh Samsat Jajaran
Pengendara juga disarankan tidak membuka visor helm selama abu masih pekat untuk mengurangi risiko paparan langsung pada mata dan wajah.
Perhatian terhadap kendaraan juga perlu dilakukan setelah perjalanan selesai. Sejumlah bagian yang perlu diperiksa antara lain filter udara, sistem pengereman, rantai dan komponen bergerak, area mesin dan CVT, lampu depan dan belakang, serta ban dan area roda.
Apabila ditemukan penurunan performa, pemeriksaan lebih lanjut dapat dilakukan di bengkel resmi AHASS. Untuk bagian bodi, pengendara disarankan tidak menggosok permukaan kendaraan ketika masih kering karena dapat menimbulkan goresan akibat sifat abrasif abu vulkanik.
"Jika perjalanan tidak mendesak, menunda perjalanan hingga kondisi kembali aman tetap menjadi pilihan terbaik. Tetap Cari Aman saat berkendara," kata Daniel.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.