Media sosial kini tidak hanya menjadi tempat untuk berkomunikasi dan mencari hiburan, tetapi juga menjadi sumber informasi mengenai kesehatan dan kecantikan. Salah satu tren yang semakin banyak terlihat adalah penggunaan skincare di kalangan remaja. Melalui TikTok, Instagram, dan platform lainnya, remaja dapat dengan mudah menemukan video tentang rutinitas perawatan kulit, rekomendasi produk, hingga ulasan dari influencer. Kemudahan tersebut membuat media sosial ikut memengaruhi cara remaja mengenal, memilih, dan menggunakan produk perawatan kulit.
Salah satu penelitian menarik dilakukan oleh Hales dan rekan-rekan yang diterbitkan dalam jurnal Pediatrics pada 2025. Penelitian tersebut menganalisis 100 video TikTok tentang rutinitas skincare yang dibuat oleh pengguna berusia 18 tahun ke bawah. Hasilnya menunjukkan bahwa setiap video memiliki rata-rata 1,1 juta penayangan dan rutinitas yang ditampilkan menggunakan rata-rata enam produk dengan biaya sekitar 168 dolar AS. Namun, hanya 26,2% video yang mencantumkan penggunaan tabir surya. Pada 25 video dengan jumlah penayangan tertinggi, ditemukan rata-rata 11 bahan aktif yang berpotensi menyebabkan iritasi.
Baca juga : Stunting Masih Menjadi Tantangan bagi Anak Indonesia
Fakta tersebut menunjukkan bahwa banyaknya produk dalam sebuah rutinitas skincare yang viral belum tentu berarti rutinitas tersebut diperlukan oleh semua remaja. Kulit setiap orang memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, mengikuti seluruh produk yang digunakan dalam video tanpa memahami kandungan dan manfaatnya dapat membuat penggunaan skincare menjadi berlebihan.
Pengaruh media sosial terhadap kebiasaan remaja juga terlihat dalam penelitian Rutgers University pada 2026. Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Exposure Science & Environmental Epidemiology melibatkan 143 siswa sekolah menengah di New Jersey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang mengikuti influencer dengan lini produk sendiri melaporkan menggunakan 30% lebih banyak produk perawatan pribadi dalam 24 jam sebelumnya. Sementara itu, siswa yang menonton tutorial rambut atau kecantikan menggunakan sekitar 40% lebih banyak produk. Penelitian tersebut juga menemukan bahwa 41% peserta pernah membeli produk perawatan pribadi setelah melihat produk tersebut digunakan di media sosial.
Baca juga : Kebisingan Kota: Gangguan Sehari-hari yang Diam-Diam Memengaruhi Kesehatan
Selain memengaruhi jumlah produk yang digunakan, media sosial juga dapat memengaruhi cara remaja memperoleh informasi tentang kondisi kulit. Perche dan rekan-rekan dalam penelitian kualitatif yang diterbitkan di Pediatric Dermatology pada 2023 mewawancarai 15 pasien dermatologi berusia 13–18 tahun. Penelitian tersebut menemukan bahwa banyak peserta mengikuti saran perawatan kulit yang mereka lihat di media sosial, meskipun mereka menyadari bahwa informasi dermatologi di media sosial tidak selalu tervalidasi.
Dari sudut pandang kesehatan masyarakat, tren skincare perlu diikuti dengan peningkatan literasi kesehatan digital pada remaja. Remaja perlu membiasakan diri memeriksa kandungan dan tujuan produk, tidak mudah mengikuti setiap tren yang viral, serta mencari informasi dari sumber kesehatan yang terpercaya. Orang tua, sekolah, dan tenaga kesehatan juga dapat berperan dalam membantu remaja memahami informasi kesehatan di media sosial. Dengan demikian, media sosial tidak hanya menjadi tempat mengikuti tren kecantikan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi untuk membangun kebiasaan perawatan kulit yang lebih bijak dan sesuai kebutuhan.
Baca juga : Pentingnya Sarapan bagi Konsentrasi dan Aktivitas Sehari-hari
Artikel ini ditulis oleh Nur Intan, Luthfiah Mawar, M.K.M., dan Dr. M. Agung Rahmadi, M.Si. Lalu diedit oleh Makayla Aisyah, Khayla Terre Fany, Najwa Chairun Naya, Nawar Wulan, Gita Zaskya Putri Tanjung, Nafisa Luthfi Azizah, Kayla Humairoh, dan Nur Intan dari IKM 10 Stambuk 2026, Fakultas Kesehatan Masyarakat, UIN Sumatera Utara.
Powered by Froala Editor
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.