BREAKING NEWS
 

Pipa PAM Bocor, Karatan Dan Tercemar Kimia

Warga Teriak Air Seret Tapi Kudu Bayar Mahal

Reporter : OSPI DARMA
Editor : MARULA SARDI
Senin, 28 November 2022 07:30 WIB
Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Jangan Rugikan Warga

Ketua Panitia Khusus (Pansus) Pengelolaan Air Minum DPRD DKI Jakarta Pandapotan Sinaga membenarkan tingginya kebocoran karena pipa yang dimiliki Palyja telah usang dan kurang perawatan. Karena itu, distribusi air kurang maksimal.

Dia juga mengungkapkan, fisik dari instalasi air sudah cukup tua. “Ini bangunan sudah dari tahun 1953, dan saya rasa persoalannya karena pipa yang sudah puluhan tahun berkarat. Itu bikin penyebaran air kurang,” kata Pandapotan.

Baca juga : Kroasia Vs Maroko Berakhir Kaca Mata

Anggota Pansus Panji Virgianto juga menyayangkan Palyja tidak segera berbenah mengatasi kebocoran yang sudah terjadi bertahun-tahun.

Bahkan, saat kebocoran sudah mencapai 39,3 persen sejak tahun 2015, terus meningkat hingga sekarang.

“Jangan karena kebocoran, rakyat dibebankan dengan asumsi membayar kenaikan. Ini jelas merugikan masyarakat,” sentil Panji.

Baca juga : Partai NasDem Imbau Warga Tidak Abai Imunisasi Dasar Pada Anak

Panji mengaku, setiap reses selalu mendapat keluhan warga soal kecilnya pasokan air bersih yang mengalir ke rumah-rumah. Sementara tagihan air yang dibebankan kepada pelanggan cenderung meningkat.

“Kebocoran itu berdampak pada harga kubikasi yang dibebankan ke masyarakat. Ini tidak adil, karena mereka membayar, tapi airnya tidak sampai ke rumah,” ungkap Panji.

Production Department Head Palyja Emma Nedi mengungkapkan, sejauh ini pihaknya terus berupaya semaksimal mungkin mendistribusikan air bersih kepada masyarakat wilayah Barat Jakarta.

Baca juga : Desember 2022 Dan Februari 2023, Harga Energi Bakal Diuji, Kita Kudu Piye?

Kata dia, proses pengolahan yang dilakukan Palyja telah memenuhi syarat kesehatan. Mulai dari air baku hingga sampai ke masyarakat. Semua telah sesuai Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 492 tahun 2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum.

Pihaknya mengaku, menerima air itu dari PJT II (Perum Jasa Tirta). Kemudian ada proses pencampuran dengan bahan kimia, proses sendimentasi untuk memisahkan air kotor dengan air bening.

“Lalu kami saring lagi untuk menghilangkan partikel yang tersisa. Masuk ke tempat penyimpanan air untuk didisinfektan atau menghilangkan bakteri. Setelah itu, baru kami distribusikan,” jelas Emma. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense