BREAKING NEWS
 

Urai Kemacetan, Pemprov DKI Gandeng Google

Warga Butuh Transportasi Nyaman, Aman Dan Mudah

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : MARULA SARDI
Sabtu, 10 Desember 2022 07:30 WIB
Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno. (Foto: Istimewa).

 Sebelumnya 
“Sekarang, kendaran dari luar (Bodetabek) yang masuk Jakarta itu 6,4 juta. Padahal. kendaraan warga Jakarta hanya 1 jutaan,” tandasnya.

Kurangi Macet

Adsense

Sebelumnya, Kepala Unit Pengelola Sistem Pengendalian Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Emanuel Kristanto mengatakan, selain dapat mengurangi kemacetan, penggunaan AI juga diyakini akan irit konsumsi bahan bakar dan emisi kendaraan.

Baca juga : Inflasi Jakarta Terendah, Pemprov DKI Didorong Tingkatkan UMKM

Menurutnya, selama ini Dishub sudah menggunakan platform Google dalam mengatur lalu lintas. Seperti, data kondisi lalu lintas di Google Maps.

Emanuel menyebut, sebanyak 283 persimpangan telah diatur oleh lalu lintas. Dari seluruhnya, sebanyak 166 persimpangan sudah diterapkan untuk area traffic control system, sehingga lampu merah bisa dikendalikan dari ruang kontrol.

Pada September 2022, Dishub dan Google berdiskusi untuk mengatur lalu lintas di Jakarta. Sehingga muncul program Project Green Light berbasis AI. Dia pun berharap, proyek ini dapat mengurangi kemacetan.

Baca juga : Ganjar Pranowo Pastikan Jembatan Wonokerto Dapat Dilalui Sore Ini

Pada tahap awal, penerapan Green Light berbasis AI ini hanya di beberapa titik.

“Kami berharap dapat mengakses sebagian besar lampu-lampu di persimpangan di Jakarta,” kata Emanuel, Rabu (7/12).

Project Green Light berbasis AI akan mulai diterapkan pada 2023. Jakarta akan menjadi kota pertama di Asia Tenggara yang menerapkannya. Proyek ini telah dilakukan di Bangalore, India dan berhasil mengurangi kemacetan 20 persen.

Baca juga : Pemprov DKI Dan Kementerian PPPA Bersinergi Sediakan Transportasi Ramah Perempuan Dan Anak

Vice President (VP) of Engineering and Research Google Yossi Matias mengatakan, kolaborasi ini akan menunjukkan bagaimana teknologi AI dapat menghadirkan solusi bermanfaat bagi masyarakat.

Dia mengatakan, proyek ini juga hanya sedikit membutuhkan investasi. Sebab, proyek ini tidak memerlukan pengembangan perangkat maupun ilmu baru.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense