Sebelumnya
RDF adalah hasil olahan sampah dengan nilai kalor dan spesifikasi tertentu, sehingga dapat dijadikan bahan bakar alternatif pengganti batubara. RDF yang dihasilkan akan dimanfaatkan oleh industri semen sebagai bahan bakar yang ramah lingkungan pada produksi semen.
Proses pengolahan sampah menjadi RDF terdiri atas tahap penyaringan (screening), pemilahan (separating), pencacahan (shredding), dan pengeringan (drying).
Kualitas RDF yang dihasilkan akan memenuhi spesifikasi teknis untuk industri semen, antara lain nilai kalor minimum 3.000 kKal/kg, kadar air maksimum 20 persen dan ukuran maksimum 5 cm.
Fasilitas Landfill Mining dan RDF Plant dilengkapi sarana pengendalian pencemaran lingkungan (Instalasi Pengolahan Air Limbah) dan pemantauan kualitas lingkungan (Stasiun Pemantauan Kualitas Udara).
Baca juga : Wapres Instruksikan Gubernur Jabar Lakukan Tanggap Darurat Secara Cepat
Pelaksanaan pekerjaan ini diharapkan mendukung pemulihan ekonomi nasional antara lain dari aspek pelibatan tenaga kerja lokal dan penggunaan produksi dalam negeri.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DKI Jakarta Gembong Warsono berkomitmen mengawal proyek pengelolaan sampah ITF Sunter, Jakarta Utara.
Dia mengatakan, hingga kini yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta baru pada tahap groundbreaking. Dalam pembahasan APBD 2023, Fraksi PDIP telah mendorong Pemprov DKI fokus membangun ITF pada 2023.
Baca juga : Tito Lantik 3 Pj Gubernur DOB Papua, Salah Satunya Perempuan
“Alokasi untuk membangun ITF kita sepakati di Banggar Rp 577 miliar, kalau tidak salah. Itu harus betul-betul terwujud tahun 2023,” ucap Gembong.
Sebelumnya, Presiden Jokowi menyentil Pemprov DKI soal proyek pengelolaan sampah ITF Sunter yang tidak kunjung selesai. Padahal, proyek itu telah dirintis sejak dirinya menjabat Gubernur DKI Jakarta.
“Jadi Gubernur di DKI, (ITF) Sunter itu kita mulai, sampai saya tidak jadi gubernur, tanda tangan pun saya belum. Padahal sudah kita rencanakan, belum (selesai). Saya nggak tahu sekarang apakah sudah,” kata Jokowi dalam Rakernas Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) di Jakarta, Rabu 21 Desember 2022.
Oleh karena itu, Jokowi mendorong agar urusan sampah segera diselesaikan, sehingga tidak menjadi kotoran di kota, sungai dan laut.
Baca juga : Ngekor Surabaya, Januari 2023 DKI Mulai Sulap Sampah Jadi Listrik
Menurunya, masalah sampah adalah salah satu prioritas yang harus dibenahi Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH), mengingat pengelolaan sampah di berbagai daerah belum terselesaikan. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.