RM.id Rakyat Merdeka - Penerima bantuan sosial (bansos) Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) berkurang 3.351 orang. Sebagian dari mereka protes dan terancam putus kuliah karena berasal dari keluarga tidak mampu. Namun, Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta mengklaim bahwa pendistribusian KJMU sudah tepat sasaran.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali memberikan bansos KJMU kepada 15.649 penerima manfaat. Jumlah ini berkurang 3.351 penerima dari sebelumnya ada 19 ribu penerima.
Pemangkasan ini dikeluhkan para penerima yang dicoret dari daftar penerima. Mereka menggeruduk akun Instagram Disdik DKI Jakarta, @disdikdki. “Bagaimana nasib 3 ribu mahasiswa yang tiba-tiba tidak ditetapkan dengan alasan yang nggak transparan? Apa nggak kasian mahasiswa sudah semester akhir harus putus kuliah? Tolong pak/bu di-crosscheck lagi data-data terbarunya dan disurvei secara benar,” kata @indriyaniannisa_.
Baca juga : Jerman Vs Spanyol, Adu Gengsi Demi Posisi
“3.000 lebih mahasiswa bagaimana, Min? Mutus hak orang secara sepihak dan kurangnya transparansi. Nggak takut doa orang-orang terdzolimi nembus langit?” tulis @m1lkberriesss.
“3 ribu mahasiswa mau ditelantarin begitu saja? Banyak loh yang sangat tergantung pembayaran kuliahnya hanya dengan menggunakan KJMU, termasuk saya sendiri. Ini nggak ada kejelasan sama sekali,” lontar @ipan13.
“Kok KJMU saya dinyatakan tidak lolos karena NJOP Rp 1 M. Demi Allah tidak ada yang survei ke rumah saya, baik itu dari Dinsos atau Kelurahan. Belum disurvei kok sudah dinyatakan tidak lolos. Saya sudah semester 6 loh, lagi butuh-butuhnya banget untuk KKN, untuk persiapan magang, untuk nge-print skripsi,” ungkap @mdnurizki.
Baca juga : Error, Osaka Angkat Koper
“Tanggung jawab kalian ke 3.000 mahasiswa yang tidak ditetapkan sebagai penerima. Mana yang katanya bisa disanggah dan mengajukan banding? Jangan lempar tanggung jawab ke pihak lain,” ketus @asteriaaa_22.
“Sudah jelas jelas anak yatim, mama tidak kerja dan single parent. Semester 1-4 KJMU cair, kenapa di semester 5 tidak cair dan tidak ditetapkan sebagai penerima dan jadi out kuliah,” beber @moncokerto90.
Tidak hanya di dunia maya, ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Generasi Indonesia Unggul Sejahtera (Genius) Bersama Naramuda Jakarta sebagai forum resmi penerima dan alumni KJMU mendatangi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, pada Selasa (25/6/2024).
Baca juga : Syifa Hadju, Dijodohkan Dengan Anak Sultan Cikarang
Mereka mengadukan keterlambatan penetapan dan pencairan dana KJMU serta keberlanjutan program KJMU ke Fraksi Nasional Demokrat (NasDem). Mereka mengeluhkan kurangnya transparansi proses penetapan dari persyaratan administrasi dan verifikasi. Mereka juga menilai, ada ketidakjelasan proses penetapan, ketidakjelasan berkas dan persyaratan pendaftaran.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.