BREAKING NEWS
 

Perusahaan Utamakan Rekrut Warga Lokal

Kurangi Pengangguran, DKI Bisa Tiru Karawang

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : MARULA SARDI
Kamis, 12 September 2024 06:50 WIB
Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi (Sudin Nakertrans) Jakarta Timur menggelar pelatihan Jakpreneur bidang aneka kuliner di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Dursa Bersatu, Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (3/9/2024). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Untuk mengatasi pengangguran, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta disarankan meniru kebijakan Kabupaten Karawang. Yakni, menerbitkan regulasi yang mengatur kuota penyerapan tenaga kerja khusus untuk warga lokal.

Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta menyebutkan, angka pengangguran pada periode Februari 2024 mencapai 327,59 ribu orang atau 6,03 persen.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Ghozi Zulazmi mengatakan, angka pengangguran di Ibu Kota tinggi karena warga sulit mendapat akses pekerjaan.

“Masalah ini menjadi per­hatian besar kami,” ujar Ghozi dalam keterangannya.

Baca juga : Badminton Hong Kong Open 2024, Ginting ‘Balas Dendam’ Popov

Untuk memudahkan warga mendapat pekerjaan, Ghozi mengusulkan pembuatan peraturan agar perusahaan mem­prioritaskan rekrutmen bagi warga lokal (Warlok).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini berharap, Jakarta mencontoh Kabupaten Karawang yang memiliki Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan.

Dalam regulasi itu, perusa­haan, instansi dan pabrik harus memprioritaskan, sedikitnya 60 persen tenaga kerja berasal dari warga lokal atau berdomisili di sekitar perusahaan.

“Apalagi, kita sebagai kota global akan banyak tenaga kerja dari luar,” ujarnya.

Baca juga : Luna Bijl, Pacar Maarten Paes

Sebelum peraturan diterap­kan, Ghozi mengimbau Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Energi (Nakertransgi) menggan­deng seluruh perusahaan swasta mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dengan keahlian khusus.

“Banyak unskill labour (pekerja tidak terampil). Artinya kalau ada pelatihan dari private sector, maka penyerapannya bisa dengan mudah. Jadi perlu kolaborasi bersama, masyara­kat, Pemerintah dan perusahaan swasta,” ucapnya.

Hal serupa disampaikan Anggota DPRD Jakarta Raden Gusti Arief. Gusti bilang, akan menyoroti isu-isu penting yang menjadi perhatian, terutama as­pirasi dari daerah pemilihannya (Dapil). Antara lain terkait kese­jahteraan sosial seperti masalah layanan kesehatan dan pendi­dikan. Kemudian, penanganan pengangguran.

“Warga di Dapil 6 Jakarta Timur, sangat menginginkan adanya peningkatan kesejahteraan. Itu yang paling sering kami temu­kan di masyarakat,” kata Gusti.

Baca juga : Hukuman Diperberat, SYL Tak Dikasih Ampun

Politisi Partai Nasional De­mokrat (NasDem) ini berkomit­men untuk membawa aspirasi masyarakat dan bekerja sama dengan Pemerintah dalam men­cari solusi terbaik bagi warga.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense