Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dipimpin Paus, Misa Akbar Di Dili Diikuti 650 Ribu Orang
Rabu, 11 September 2024 08:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Misa akbar yang dipimpin Paus Fransiskus di lapangan Tasitolu, Dili, Selasa (10/9/2024), menjadi momen bersejarah bagi Timor Leste. Sekitar 650 ribu umat Katolik, atau hampir setengah dari total penduduk Timor Leste, berkumpul mengikuti misa tersebut. Sejak siang, nyanyian pujian menggema. Saat Paus Fransiskus tiba, ratusan ribu orang berteriak. Kegembiraan pun, berubah menjadi air mata haru.
Lapangan Tasitolu terletak di pinggir pantai. Jaraknya sekitar 2 kilometer dari Bandara Internasional Presidente Nicolau Lobato, atau 7 kilometer dari pusat kota Dili. Lapangan ini adalah area baru. Sebelumnya berupa tegalan. Pemerintah Timor Leste lalu menyulapnya menjadi lapangan. Pohon-pohon ditebang, tanah diurug, dan dirapikan. Lapangan tersebut kemudian dibagi menjadi 13 area. Masing-masing area mewakili setiap distrik di Timor Leste.
Sejak pagi, umat Katolik mulai berdatangan ke lapangan tersebut. Makin siang, yang datang makin banyak.
Panitia mempersiapkan acara ini dengan baik. Kantong parkir misalnya, disediakan sekitar 1 kilometer dari lokasi utama. Dari sana, ribuan orang kemudian berjalan berduyun-duyun menuju tempat acara. Sebagian besar dari mereka membawa payung berwarna putih dan kuning yang berlambang Vatikan.
Pukul 2 siang, lapangan sudah penuh oleh umat. Mereka datang dari berbagai wilayah. Untuk menyambut kedatangan Paus, Pemerintah Timor Leste telah menetapkan libur nasional selama tiga hari, dari Senin (9/9/2024) hingga hari ini Rabu (11/9/2024).
Baca juga : Menkominfo: Kita Perlu Ciptakan Talenta Digital
Umat yang ikut misa berasal dari berbagai kalangan. Dari pejabat hingga rakyat biasa. Dari kalangan pejabat, hadir antara lain Perdana Menteri Xanana Gusmao.
Sejam sebelum misa dimulai, Xanana turun dari panggung lalu menyapa umat. Mengenakan setelan jas dan membawa payung, Xanana lalu memimpin umat menyanyi lagu puji-pujian. Tangannya bergerak-gerak seperti seorang derijen.
Dari kalangan rakyat biasa hadir antara lain Nila Menezes. Wajahnya tampak sangat antusias meski matahari menyengat. Kepada Rakyat Merdeka, Nila mengaku sudah tiba di lokasi sejak pukul 11 siang. Padahal misa baru dimulai pukul 16.30.
Nila datang ke lokasi bersama kakaknya, Nina Menezes. Keduanya kompak mengenakan kaos putih bergambar peta Timor Leste dengan foto Paus Fransiskus. Untuk acara ini, keduanya membawa selembar kertas bertuliskan sambutan hangat untuk Paus Fransiskus dalam bahasa Italia. “Selamat datang, Paus Fransiskus. Berkatilah kami,” begitu bunyi tulisan di poster tersebut.
Kakak-beradik ini datang dari Kecamatan Hatudo, Distrik Ainaro. Letaknya di selatan sekitar 140 kilometer dari pusat kota Dili. Nila dan Nina, berangkat ke Tasitolu sejak subuh dengan menumpang mobil terbuka.
Baca juga : 12 Calon Hakim Agung Ditolak Di Senayan
Suhu di lapangan lumayan terik. Data suhu di ponsel menunjukkan 31 derajat celsius. Meski begitu, semangat keduanya tak luntur. Ayah mereka berdiri di belakang, memegang payung untuk melindungi anaknya dari terik. Keduanya masih semangat karena ingin melihat wajah Paus dari dekat. “Kami juga ingin minta berkat Bapa Paus,” kata Nila.
Tak semua umat yang datang seberuntung Nila dan Nina. Panitia menyebut, sekitar 650 ribu umat yang hadir mengikuti misa tersebut. Namun, tidak semua orang bisa masuk ke dalam lapangan. Yang ada di lapangan, mungkin setengahnya. Sebagian harus puas berada di pinggir jalan. Akibatnya jalanan menjadi tumpah ruah.
Paus tiba di lokasi sekitar pukul 4 sore, dengan menumpang jeep putih. Kedatangan Paus disambut teriakan dan yel-yel. Prosesi penyambutan paus dimulai dengan tarian tradisional selamat datang. Setelah itu lanjut dengan nyanyian suka cita.
Dalam khotbahnya, Paus memuji kehadiran anak-anak dan kaum muda Timor Leste. Paus menekankan, betapa besar hadiah yang diberikan oleh kehadiran anak-anak dan kaum muda. Paus berpesan agar masyarakat terus mendukung dan merawat generasi muda mereka dan menciptakan lingkungan yang penuh kasih dan perhatian bagi anak-anak.
Dalam kata penutupnya, dalam Bahasa Spanyol, Paus memuji Timor Leste yang dikenal dengan kayu cendana dan jati. Namun, kata Paus, hal terbaik dari negara ini bukanlah kekayaan alamnya, melainkan rakyatnya.
Baca juga : Sosialisasi Boleh Saja, Kampanye Bakal Ditindak
Paus mengaku terkesan dengan Kota Dili, karena jumlah anak-anak yang begitu banyak dan senyum mereka yang tulus. “Kota yang mengajarkan anak-anaknya untuk tersenyum adalah kota yang memiliki masa depan,” ujarnya.
Namun, Paus juga menyampaikan peringatan serius tentang “buaya-buaya” yang kerap datang ke pantai-pantai di Timor. Umat paham, yang disampaikan Paus adalah metafora.
Misa selesai pukul 7 malam. Perlahan umat membubarkan diri. Dan sekali lagi, jalanan dipenuhi dengan lautan massa.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Rabu, 11 September 2024 dengan judul Dipimpin Paus, Misa Akbar Di Dili Diikuti 650 Ribu Orang
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya