BREAKING NEWS
 

30 Ribu Orang Terpapar

Duh Serem, Penularan TBC Di DKI Masih Masif

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : MARULA SARDI
Sabtu, 14 September 2024 06:50 WIB
Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono me­ninjau layanan penyakit TBC Resisten Obat (RO) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan, Cideng, Jakarta Pusat, Rabu (11/9/2024). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Penularan Tuberkulosis (TBC) oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis di Jakarta masih massif. Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mencatat ada sekitar 30 ribu kasus TBC baru di Jakarta selama semester I-2024.

Pemerintah Provinsi (Pem­prov) DKI Jakarta memasti­kan selama ini terus berupaya mencegah penularan dengan meningkatkan layanan bagi pasien penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Myco­bacterium Tuberculosis.

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono me­ninjau layanan penyakit TBC Resisten Obat (RO) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan, Cideng, Jakarta Pusat, Rabu (11/9/2024).

Baca juga : Manchester City Vs Brantford, Waspada, Amukan Haaland Kambuh

Unit layanan TBC RO ini merupakan satu dari tiga layanan baru di RSUD Tarakan. Dua lainnya, penanganan luka bakar dan stroke.

“Ini merupakan ruangan khu­sus, ruang isolasinya cukup baik,” kata Heru usai meninjau unit layanan TBC RO.

Heru berharap, pengembangan layanan kesehatan dengan peralatan kesehatan yang modern ini dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mendapat­kan layanan kesehatan terbaik di Jakarta.

Baca juga : Badminton Hong Kong Open 2024, Duo Ganda ‘Perang Saudara’

“Semoga pengembangan rumah sakit ini, dengan peralatan yang cukup baik, bisa diman­faatkan masyarakat menuju masyarakat yang sehat,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Ani Ruspi­tawati menambahkan, TBC RO merupakan penyakit dengan jumlah kasus yang terus mening­kat, sehingga memerlukan upaya pengendalian yang serius.

Karena itu, lanjut Ani, RSUD Tarakan sebagai RSUD Kelas A di bawah Dinkes DKI Ja­karta membuka layanan TBC RO dengan mengusung pelayanan terpadu TBC RO. Mulai dari penemuan kasus, penegakan diagnosis, pengobatan, peman­tauan pengobatan, baik pasien rawat jalan maupun pasien rawat inap. “Bahkan pasien yang mem­butuhkan perawatan intensif di ruang rawat kritis,” kata Ani.

Baca juga : Pesertanya Didominasi Jenderal Polisi Dan Jaksa

Saat ini, fasilitas kesehatan pelayanan TB RO Rawat Inap di DKI Jakarta terdapat di 11 Rumah Sakit, yaitu Rumah Sakit Islam (RSIJ) Cempaka Putih, Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), RSUD Pasar Minggu, Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Per­sahabatan, RSUD Cengkareng, RSUP Fatmawati, RSUD Koja (internal), RSIJ Sukapura dan RSUD Kalideres.

Pelayanan rawat inap TBC RO di RSUD Tarakan memiliki kapasitas sepuluh tempat tidur yang terdiri dari delapan tempat tidur ruang rawat biasa dan dua tempat tidur ruang rawat intensif.

Adsense

“Dilengkapi dengan fasilitas ventilator, bed side monitor, dan ruang tindakan khusus untuk TB RO,” terangnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense